Tuesday, May 1, 2007

SMSEX

Ini adalah
tentang kisahku dengan Sonny yang kukenal secara tidak sengaja. Bagi
pembaca yang belum tahu kisahku dengan Sonny, silakan membaca
ceritaku terdahulu. Bagiku Sonny adalah cowok yang paling kuidamkan,
di usianya yang ke 40 saat kukenal dia, Sonny cukup matang dan
dewasa, orangnya penuh pengertian dan dapat membuatku benar-benar
jatuh dalam pelukannya. Rumah tangga Sonny sebenarnya baik-baik
saja, istrinya cukup cantik dan mereka dikarunia seorang putra yang
cukup ganteng dan lucu.
*****
Pagi itu sebenarnya aku libur, lewat SMS seperti biasanya, aku
selalu kontak dengan Sonny. Kami hari ini merencanakan untuk
bertemu, aku pamit pada kedua orang tuaku akan berjalan-jalan ke
Plaza Surabaya dan aku minta didrop di sana. Pada pukul 10 aku tiba
di Plaza Surabaya dan langsung masuk ke dalam dan berjalan ke
belakang, tujuanku adalah ke Hotel Radizon yang sekarang sudah
berganti nama menjadi Plaza Hotel, letaknya di bagian dalam gedung
Plaza Surabaya, karena memang aku sudah janji dengan Sonny akan
bertemu di sana.
Aku segera saja masuk dan menuju coffee shop yang terletak di
sebelah kiri lobby. Sonny sudah menungguku di sana sambil minum
kopi. Begitu melihatku Sonny langsung berdiri menyambutku sambil
menggandengku menuju lift. Kepada waiters Sonny minta agar billnya
dimasukkan ke tagihan kamarnya. Rupa-rupanya Sonny sudah terlebih
dahulu check in di hotel tersebut, kami langsung menuju lantai
sebuah sweet room di lantai 3.
Dalam kamar, Sonny langsung memeluk dan menciumku, bibirku yang
mungil tipis dikulumnya lembut. Kami saling berpagutan, lidah Sonny
dijulurkan ke dalam rongga mulutku, kuterima dan kukulum lidahnya,
demikian pula sebaliknya saat lidahku yang kecil bila dibandingkan
lidah Sonny yang besar dan sedikit kasar kujulurkan ke dalam rongga
mulut Sonny, langsung saja lidahku dikulumnya dengan penuh gairah.
Tangan kami saling meraba. Saat itu aku menggunakan hem agak
longgar. Dibukanya satu persatu kancing bajuku, dadaku pun akhirnya
terbuka dan payudaraku terpampang jelas karena aku memang tidak
memakai BH. Pada ceritaku terdahulu sudah pernah kuceritakan bahwa
memang sejak kecil aku tidak terbiasa memakai BH sehingga sampai
kini usiaku sudah 28 tahun pun aku tetap tidak pernah memakai BH,
namun saat kejadian yang kuceritakan ini, usiaku masih 23 tahun.
Sonny menggiringku lebih masuk ke dalam kamar, bibirnya masih tetap
melumat bibirku dan tangannya langsung saja melepaskan hem yang
kukenakan hingga bagian atas tubuhku sudah tidak tertutup oleh
sehelai benang pun. Sonny langsung merebahkan diriku ke tempat tidur
tanpa melepaskan lumatannya sedangkan tangan kanannya meremas-remas
payudaraku. Badannya sedikit menindih dada kananku. Remasan tangan
kanannya di payudaraku membuatku horny hingga rok miniku yang lebar
bagian bawahnya yang kukenakan sedikit terangkat ke atas saat aku
rebah di tempat tidur.
Aku yang sudah mulai horny langsung melucuti hem yang dipakai Sonny.
Sonny juga membantuku melepaskan bajunya dengan mulutnya tetap
melumat habis mulutku. Setelah itu kubuka kancing celana Sonny.
Tangan Sonny berhenti sejenak menggerayangiku, dia melepaskan
sendiri celana berikut CD yang dipakainya hingga kini Sonny sudah
telanjang bulat di hadapanku. Batang kemaluannya yang besar kupegang
dan kuremas-remas. Cepat sekali dia ereksi. Batangnya sudah mengeras
sangat tegang sekali, kepalanya besar dan mengkilat, panjangnya
sekitar 18 centimeter.
Tangan kanan Sonny kembali meremas-remas payudaraku, bibirnya kini
menciumi leherku sambil memberikan gigitan-gigitan kecil, paha
kanannya ditumpangkan ke paha kananku, lututnya digesekkan ke atas
pahaku hingga membuat rokku tersingkap dan CD mini berenda yang
kupakai jelas terlihat, warnanya merah maroon berbentuk renda
seukuran satu jari melingkar di pinggangku, di bagian belakang
tersambung renda dengan ukuran yang sama turun melingkari
selangkanganku melalui belahan pantatku, tepat di bagian yang
menutupi liang vaginaku terbuat dari secarik kain tipis tembus
pandang, bentuknya seperti kain kasa yang ukurannya hanya selebar
ukuran dua jari saja.
Saat rok miniku tersingkat ke atas, bagian depan CD-ku terpampang
jelas, tampak sekali bulu-bulu halus rambut kemaluanku yang
tersembul di dalam CD-ku yang transparan itu, selebihnya menyembul
keluar lewat sela-selanya. Lutut Sonny menggesek naik ke atas tepat
mengenai bagian luar vaginaku yang sudah mulai berlendir, sementara
bibirnya menciumi bagian-bagian telingaku, lidahnya dijulurkan
menjilati punggung telingaku, lubang telingaku pun dijelajahinya.
Tangan kanan Sonny turun dari payudaraku menuju rok mini yang
kukenakan. Dengan piawai dia membuka pengait dan sekali sentak
terlepas sudah, kini aku hanya tinggal memakai CD yang tidak ada
artinya sebagai penutup tubuhku. Tangan Sonny langsung merogoh
kelaminku dari atas celah CD yang kupakai, menyusup turun hingga
mengenai bulu kemaluanku, ujung jarinya dimain-mainkan di bagian
atas vaginaku menyentuh klitorisku. Dengan sengaja dikuak-kuakkannya
ujung jarinya hingga aku menghentak-hentakkan kakiku.
Pantatku kugesekkan ke atas dan ke bawah mengikuti irama gesekan
jari Sonny. CD-ku yang dianggapnya sebagai penghalang langsung
diperosotkan ke bawah dan kubantu melepasnya dengan menggunakan jari
kakiku. Kini kami sama-sama telanjang bulat tanpa sehelai benang pun
yang menutupi tubuh kami, mungkin layaknya Adam dan Hawa waktu dulu.
Jilatan Sonny turun ke bawah dan berhenti di payudaraku, lidahnya
menggelitik puting susuku yang ranum dan berwarna sedikit merah
muda, buah dada kebanggaanku habis dilumatnya. Sonny pandai mencari
G Spotku, semua celah habis dijilatnya.
Tangan kanannya setelah selesai melepas CD-ku langsung bergerilya di
selangkanganku. Kakiku kukangkangkan lebar-lebar sambil merasakan
nikmatnya belaian tangan Sonny di vaginaku. Jari-jarinya yang besar
menggosok-gosok bagian luar vaginaku, mengenai bibir vaginaku dan
jari tengahnya sengaja dimain-mainkan di atas klitorisku sehingga
vaginaku benar-benar dibuat becek olehnya sehingga terkadang
terdengar bunyi kecipak.
Tangan kananku tak mau ketinggalan untuk meremas dan mengocok batang
kemaluan Sonny. Ciuman Sonny terus turun menuju perutku, lidahnya
dimainkan di pusarku hingga aku mencapai puncak kenikmatan.
Sementara tangan kananku masih menggenggam batang kemaluan Sonny,
tangan kiriku menjambak rambut kepala Sonny. Aku pun akhirnya
menyerah sambil melengking panjang.
"Aaa.. Aacch! Son..! Aku orgasme sayang.."
Serta merta Sonny memegang kedua lututku. Dengan telapak tangannya
didorongnya lututku ke atas dan dikangkangkannya pahaku lebar-lebar
sehingga bagian vaginaku terpampang jelas. Kepala Sonny diarahkannya
ke selangkanganku, mulutnya langsung menyerbu mulut vaginaku, bibir
vaginaku dijilatinya, semua cairan yang ada dijilat dan langsung
ditelannya sampai habis. Seakan tidak puas, Sonny menjulurkan
lidahnya menjilat belahan pantatku hingga lubang anusku, tak
ketinggalan liang vaginakupun menjadi sasaran lidahnya yang
dijulurkan dan ditusuk-tusukkan.
Nafsuku pun dengan cepat naik kembali. Gila..! Sonny rupanya
benar-benar ingin membuatku mati lemas keenakan, bibir mulutnya
mencium bibir vaginaku, lidahnya dijulurkan ke dalam mengorek-ngorek
isi vaginaku, dinding bagian dalam vaginaku disentuh dengan
lidahnya, sekarang digesekkan naik turun kemudian klitorisku
dikulum-kulum, dijepit dan ditarik-tarik menggunakan bibirnya, jari
telunjuknya ditusukkan ke liang vaginaku. Pertama memang agak
sedikit sulit namun akhirnya masuk juga, di dalam liang vaginaku,
ujung jarinya mengorek-ngorek isi vaginaku.
"Ooo.. Oocch! Soo.. Oonn! Ampun Son! Aduu.. Uuh! Teruu.. Uus! Son!
Gila kamu! Aa.. Aacch!"
Aku orgasme untuk kedua kalinya. Sementara Sonny tetap melumat
vaginaku, kembali seluruh lendir yang mengalir keluar dari dalam
vaginaku dihisap habis olehnya. Sonny tidak ingin aku beristirahat,
dia merangkak naik mencium bibirku, terasa bibirnya ada sedikit rasa
asin sisa lendir vaginaku yang dijilatinya tadi.
Tangan kanannya kembali meremas-remas puting susuku, sementara itu
aku merasakan benda lunak menempel di bibir vaginaku. Dengan tangan
kirinya Sonny menuntun batang kemaluannya agar tepat di pintu masuk
vaginaku. Setelah tepat langsung didorongnya. Dan.. Slee.. Eep!
Slee.. Eep!, demikian suara gesekan batang kemaluan Sonny keluar
masuk di dalam liang senggamaku. Sonny mengganjal pantatku dengan
bantal sementara penisnya terus memompa maju-mundur mengocok
vaginaku. Rasanya bukan main.
"Aduu.. Uuh!", seruku enak sekali, karena sambil tetap mengocokkan
batang kemaluannya, ibu jari tangan kanan Sonny ditempelkan ke
klitorisku dan digesek-gesekkannya, sementara tangan kirinya
meremas-remas payudaraku sambil juga memilin-milin puting susuku.
"Ooo.. Ooh! Son! Aku sudah hampir orgasme lagi".
"Sebentar sayang! Kita keluarkan sama-sama", kata Sonny sambil
mempercepat genjotannya, juga gesekan ibu jarinya di klitorisku, aku
hanya bisa menggeleng dan membanting kepalaku ke kanan dan ke kiri,
dan..
"Oo.. Oocch! Uu.. Uucch!", akhirnya kami orgasme secara bersamaan.
Aku tergolek lemas sementara Sonny tetap memelukku, hanya badannya
miring sedikit di sampingku sehingga aku tidak tertindih oleh berat
badannya, dan kami pun sama-sama tertidur pulas dalam keadaan
sama-sama masih bugil. Sementara selangkanganku masih basah dan
belepotan oleh cairan yang sedikit kental, itu adalah cairan cinta
kami berdua yang sama-sama tumpah keluar hingga membanjiri
selangkanganku dan sprei di bawah pantatku. Sisa cairan itu masih
terasa mengalir pelan dari dalam liang vaginaku, mengalir keluar
melalui celah pantatku turun hingga mengenai lubang anusku.