Thursday, May 3, 2007

BORRIS

Saya seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi
swasta di Yogyakarta. Panggil saja saya Borris. Cerita
ini merupakan kisah nyata saya yang sampai saat ini
masih berlangsung meskipun saya akui saya jenuh dan
ingin mencari pengalaman lain dengan wanita yang berbeda
pula.

Cerita berawal dari kisah pacaran saya dengan Mia,
seorang mahasiswi yang berbeda kampus dengan saya.
Setelah saya berpacaran dengannya selama dua bulan,
barulah Mia menampakkan sisi kehidupan aslinya, bahwa
dia penganut seks bebas. Keadaan itu saya ketahui dari
perkataannya sendiri ketika saya selesai makan dengannya
di sebuah warung mahasiswa khas Yogyakarta. Ketika itu
dia cerita kalau selama tiga bulan dia tidak pernah
disentuh lelaki termasuk saya. Maksudnya tentu saja
merasakan kenikmatan seksual yang selama ini dipenuhinya
dari mantan pacarnya yang terdahulu sebelum saya. Kontan
saya kaget berat mendengar hal itu. Batang kemaluan saya
langsung tegak dan seakan ingin loncat keluar.

"Kenapa kamu tiba-tiba jadi horny begini..?" tanya saya.
"Aku tiga hari ini habis nonton BF bareng temen-temen
kosku..," jawabnya, "Ayolah.., kamu mauya..?" pintanya.
Aku semakin tidak karuan mendengar permintaannya itu
sambil menggelayut di lenganku dengan manja. Akhirnya
kuputuskan untuk meladeninya, meskipun aku belum pernah
melakukannya sama sekali dengan wanita manapun. Dia
tampak senang sekali mendengar kesediaanku meladeninya
malam itu. Di kepalaku mulai timbul pikiran-pikiran yang
kotor sambil berfantasi dengan kemolekan tubuhnya yang
sintal, langsing dan berisi itu (payudaranya berukuran
32A, kira-kira segitu deh).

Seketika saja motorku langsung kubawa ke arah tempat
kost-nya yang memang bebas, dan laki-laki boleh masuk,
karena memang tetangga sekitar berjarak agak berjauhan
dengan rumah itu. Sampai di kost-nya, aku memarkirkan
motorku dan langsung digandeng masuk ke dalam kamarnya.
Teman-teman satu kost-nya langsung saja mengejek kami
ketika kami baru saja masuk, "Waaahh, sudah kebelet ya..
abis yang kemarin itu..?" kata salah seorang dari mereka
dan langsung disambut sorakan yang lainnya.
Aku hanya diam saja, sedang Mia tertawa kecil sambil
berkata, "Biarin..! Orang gue juga kepengen kok..!"

Sesampainya di kamar, Mia bergegas mengunci pintu dan
langsung menubrukku sampai aku tersungkur di kasurnya.
Dia mulai menerkam bibirku dengan ciumannya yang penuh
nafsu. Aku sudah tidak ada pikiran untuk menghentikan
tindakannya itu. Aku langsung meladeni ciumannya yang
ganas itu dengan ganas pula. Tangan Mia mulai merayap di
kemaluanku yang masih tertutup celana. Aku tidak mau
kalah juga, kusergap payudaranya dengan remasan yang
lembut sambil kulepaskan satu persatu kancing bajunya.
Akhirnya dia pun berdiri karena melihatku mulai bernafsu
dan sudah mulai membuka bajunya. Dia mulai membantuku
membuka bajuku hingga celana dan sekaligus celana
dalamku terlepas dari tubuhku dan dilemparkannya saja ke
tepi ranjangnya. Begitu juga sebaliknya, kulucutkan
pakainnya hingga kami sama-sama telanjang bulat. Tanpa
pikir panjang, aku direbahkannya di atas kasur dalam
posisi duduk, dan kini wajahnya sudah berada tepat di
depan batang kejantananku yang sudah tegak berdiri.

"Aku kangen sama kemaluan lelaki..!" katanya sambil
mengocok-ngocok lembut batang kemaluanku.
Aku semakin menggeliat. Baru pertama kali batang
kemluanku dikocok sama cewek. Kocokannya semakin terasa
dan aku semakin mendesah hebat. Tidak sampai dua menit
dia mengocok, tiba-tiba mulutnya diarahkannya ke batang
kejantananku dan ia pun mulai mengulumnya. Gila..!
Sensasi yang luar biasa. Aku terkesan dengan permainan
mulutnya, sesekali dihisap, dimainkan menggunakan gigi,
dikulum, dijilat dan banyak lagi deh. Setelah agak lama
dan aku juga sudah mulai sangat terangsang, kuangkat dia
ke sebelahku dan sekarang aku yang berlutut di lantai,
sedang Mia yang sekarang duduk di kasur. Aku sudah tidak
tahan ingin mencoba merasakan menjilati miliknya yang
gundul tanpa ada selembar bulu pun itu, karena tampaknya
Mia sudah mencukurnya.

Aku memulai dengan mempermainkan vaginanya terlebih
dahulu menggunakan jari-jariku.
"Sssttt... aaahhh... terus..!" rintihnya ketika jariku
mulai memasuki daerang liang senggamanya.
Aku mulai mempermainkan nafsunya dengan jari-jariku, dia
mulai meronta dengan mengangkat-angkat pantatnya. Tidak
lama setelah itu aku mulai menjilati dengan segala macam
cara di lembah yang gersang itu, mulai dari kumasukkan
lidahku ke lubangnya sampai kuputar-putar di lipatannya
yangmembuat Mia semakin meronta bagaikan orang yang
kerasukan birahi.

Sekitar 10 menit aku memainkan liang senggamanya, Mia
mulai tidak tahan.
"Maaass... akuuu.. maauu.. keluarr... aaahhh... masukin
aja pake... batangmu... Mass.., uuuhh... aaahh..!"
rontanya sambil mengangkat-angkat terus pantatnya,
sedangkan kepalaku masih ditekannya, seakan dia minta
jangan dilepaskannya lidahku pada lembahnya.
Aku tidak mempedulikan rintihannya hingga suatu saat,
"Seerr... haaahh... haaahh..!" Mia mengelinjang hebat
merasakan orgasmenya.
Liang kemaluannya tetap tidak kubiarkan menganggur, aku
masih mempermainkan liangnya itu denganjariku. Mia masih
meronta. Langsung dia sergap batanganku, dikocoknya dan
dikulumnya dengan penuh semangat. Aku sedikit meronta
karena seakan Mia membalas perlakuanku padanya.

Akhirnya aku langsung saja merebahkannya dalam posisi
telentang, aku mulai membimbing batang kejantananku yang
masih tegang hebat itu ke liang senggamanya, dan,
"Slepp..!" batangankusudah masuk penuh.
Ketika rudalku itu masuk penuh, Mia merintih, "Haaahh..
Maaasss.. goyang..!" rintihnya manja.
Kuturuti saja kata-katanya, aku mulai menggoyang
pinggulku dan menyodok-nyodok lubang kenikmatannya
dengan batang kejantananku. Rintihan demi rintihan
bergantian keluar dari mulut kami. Sampai akhirnya Mia
semakin menggelenjang tidak menentu, aku tahu kalau dia
sudah mau orgasme lagi. Melihat gejala itu, langsung
saja kupercepat gerakanku sampai akhirnya, "Serr..
serr.. serr..!" keluarlah cairan kenikmatan itu dari
liangnya.

"Stop... Stoop dulu... hhuuhhh... huuhh.. haaahh,
jangan.. dicabut Mas..! Biarin aja.." pintanya.
Aku pun tidak mencabut kemaluanku dan seketika kurasakan
batang kejantananku dihisap-hisap liang vaginanya,
gilaa..! nikmat sekali. Tidak lama kemudian aku
dibaringkan ke kasur denganposisi telentang. Kini posisi
Mia ada di atas dalam keadaan duduk sambil mengocok
batanganku dan membimbing lagi ke arah liang
kemaluannya.
"Sleepp..!"
"Oohh.. liangmu enak banget Say..!" kataku.
"Punya kamu juga bikin aku gila Mas..!" katanya sambil
menaik-turunkan tubuhnya di atas tubuhku.

Tanganku tidak diam saja, kuraih payudaranya dan
kukulum, kuhisap payudaranya bergantian sambilkumulai
meremas bergantian tanpa berhenti. Rontaan Mia semakin
hebat dan semakin kelojotan dia. Aku pun mulai tidak
tahan, karena posisi inilah yang paling kusukai, karena
tangan dan mulutku tidak akan berhenti hinggap di bagian
tubuh wanita yang paling kusukai, yaitu payudara.

Setelah sekitar 15 menit kami saling menggenjot birahi,
akhirnya rasanya aku tidak dapat lagi menahan
keinginanku meledakkan laharku.
"Saayy... aku maauuu keluar Saayy..!" rintihku.
"Tunggu aku Massss... ntar keluarnya aku kocokin aja..!"
kata Mia yang membuatku kaget setengah mati dan langsung
membayangkan bagaiamana nikmatnya dikocokin tangannya
ketika mau orgasme.
Tidak berapa lama kemudian, aku merasakan jepitan
pangkal paha Mia semakin keras, dan rontaannya semakin
tidak beraturan, sedangkan aku juga sedikit mulai
merasakan mau keluar.Seketika batang kemaluanku
merasakan adanya cairan yang mengguyur dari dalam
rahimnya sambil Mia terlihat kelojotan tidak beraturan.

Aku belum merasakan mau keluar juga saat itu.
"Mia, keluarin aku juga dong..!" pintaku merintih sambil
meremas buah dadanya yang ranum itu.
Seketika dia sudah mengocok batang kejantananku dan
langsung membasahinya dengan ludahnya,dihisapnya dan
dikulumnya layaknya sedang makan es krim. Tidak ada
semenit aku sudah menumpahkan air maniku ke lehernya
sambil kocokannya terus jalan tidak berhenti. Setelahitu
dia membersihkan batang rudalku dengan jilatannya.
"Aku ntar malem pengen lagi ya..?" pintaku.
"Aku juga pengen lagi kok Mass..!" katanya dengan
disertai ciuman lembut di bibirku.

Sejak saat itu aku mulai ketagihan hubungan seks dan
kami berdua tidak pernah sungkan-sungkan lagi kalau lagi
ingin melakukan hubungan seks. Pernah kami melakukannya
sehari tiga kali. Bahkan kami pernah hanya melakukan 10
hari dengan oral seks saja, mengingat saat itu Mia baru
menstruasi.

Namun petualngan seksku belum berhenti sampai disitu.
Pernah suatu ketika, permainan hubungan seks kami
diintip Ibu kost Mia dan dua orang teman kost-nya.
Hingga saat Mia sudah lulus dan kembali ke kota asalnya,
aku masih tetap main ke kost Mia karena setelah
kepergian Mia, aku jadi simpanan Ibu kost Mia dan
seorang teman kost Mia yang juga pernah mengintip kami
melakukan hubungan seks itu sampai sekarang. Aku jadi
benar-benar ketagihan sampai sekarang.

Untuk pengalamanku dengan teman kost Mia dan Ibu
kost-nya tidak dapat lagi kuceritakan, karena aku selalu
terangsang berat kalau membaca tulisan di situs ini.
Begitu juga aku jadi seperti "cacing kepanasan" sehabis
menulis cerita ini dan sepertinya habis ini aku harus
onani, karena aku merasakan "on" banget.