Sunday, May 6, 2007

INNE PELAYANKU

Namaku Andi, aku mahasiswa di salah satu PTN top di
Bandung. Sekarang umurku 20 tahun. Jujur saja, aku kenal
seks baru sejak SMP. Aku senang sekali ada situs khusus
buat bagi-bagi pengalaman seperti ini, sehingga apa yang
pernah kita lakukan bisa dibagi-bagi.

Awal aku mengenal seks yaitu saat secara tidak sengaja
aku buka-buka lemari di rumah teman SMP-ku dan menemukan
setumpukan Video VHS tanpa gambar di dalam sebuah kotak.
Karena penasaran film apa itu, kuambil satu dan langsung
kucoba di video temanku di kamar itu yang kebetulan
sepi, karena temanku sedang les.

Kusetel film yang berjudul... apa ya? aku lupa, ternyata
itu film dewasa (waktu itu aku belum banyak tahu). Aku
cuma pernah dengar teman-temanku pernah nonton film
begituan, tapi aku tidak begitu penasaran. Nah, saat itu
aku baru tahu itu loh yang namanya BF. Kebetulan itu
film seks tentang anak kecil yang masih mungil bercinta
dengan bapaknya, oomnya, temannya dan lain-lain.

Dan aku ingin cerita nih pengalaman pertamaku. Kejadian
ini terjadi ketika aku masih SMA, di rumahku ternyata
ada pembantu baru. Orangnya masih lumayan kecil sekitar
12 tahun lah, tapi itu dia yang membuatku suka. Aku itu
suka sama wanitae imut-imut yang masih agak kecil
mungkin gara-gara video waktu itu (aku suka begitu
melihat situs-situs tentang Lolita, soalnya cewek-cewek
di situs-situs itu masih imut-imut). Dan yang paling
membuatku terangsang adalah payudaranya yang masih baru
tumbuh, masih agak runcing (tapi tidak rata).

Setiap hari itu dia kerjaannya, biasalah kerjaan
pembantu rumah tangga, ya ngepel, ya mencuci dan
lain-lain. Kalau aku sarapan, kadang suka melihat dia
yang sedang ngepel and roknya agak terbuka sedikit, jadi
tidak konsentrasi deh sarapannya karena berusaha melihat
celana dalamnya, tapi sayang susah. Untuk awal-awal aku
hanya bisa minta dibuatkan teh atau susu.

Lambat laun karena aku sudah ingin begitu melihat
tubuhnya itu, kuintip saja dia kalau sedang mandi. Tapi
sayang karena lubang yang tersedia kurang memadai, yang
terlihat hanya pantatnya saja, soalnya terlihat dari
belakang. Kadang-kadang terlihat depannya hanya tidak
jelas, payah deh. Nah pada suatu hari aku nekat.
Kupanggil dia untuk pijati aku, oh iya nama dia Ine.
"Ine.. pijitin saya dong, saya pegel banget nih abis
maen bola tadi", kataku.

"Iya Mas, sebentar lagi ya. Lagi masak air nih,
tanggung", jawabnya.
"Iya, tapi cepet ya. Saya tunggu di kamar saya."
Cihuy, dalam hati aku bersorak. Nanti mau tidak dia ya
aku ajak begituan. Lalu kubuka bajuku sambil menuggu
dia. Lalu pintuku diketok,
"Permisi Mas", ketoknya.
"Masuk aja Ne, nggak dikunci kok", lalu dia masuk sambil
bawa minyak buat mijit.
Mulailah dia memijatku. Mula-mula dia memijat punggungku
dan sambil kuajak ngobrol.
"Kamu sekolah sampai kelas berapa Ne?" tanyaku.
"Cuma sampai kelas tiga aja Mas, soalnya nggak ada
biaya", jawab dia.
"Sekarang kamu umur berapa?" tanyaku lagi.
Dia menjawab, "Umur saya baru mau masuk 12 Mas."
"Udah gede dong ya", kataku sambil tersenyum.

Lalu aku membalikkan badan, "Pijitin bagian dadaku
ya..." pintaku sambil menatap memohon. "Iya mas",
katanya. Dia memijati dadaku sambil agak menunduk, jadi
baju yang dia pakai agak kelihatan longgar jadi aku bisa
melihat bra yang dia kenakan yang menutupi dua buah
payudara yang masih baru tumbuh. Wah, kemaluanku jadi
tidak karuan lagi rasanya. Dan aku juga menikmati
wajahnya yang masih polos itu. Begitu dia selesai
memijati dadaku, aku langsung bilang, "Pijitan kamu
enak", terus aku nekat langsung meraba payudara dia yang
imut itu, tapi ternyata dia kaget dan langsung menepis
tanganku dan langsung lari dari kamarku. Aku kaget dan
jadi takut kalau dia minta berhenti dan bicara dengsn
ibuku. Gimana nich? aku langsung dihantui rasa bersalah.
Ya sudah ah, besok aku minta maaf saja dengan dia dan
berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Benar saja, besok itu dia ternyata agak takut kalau
lewat depanku. Aku langsung bicara saja dengan dia.
"Ne... yang kemaren itu maaf ya... Saya ternyata khilaf,
jangan bilang sama Ibu ya."
"Iya deh Mas, tapi janji nggak kayak gitu lagi khan,
abis Ine kaget dan takut", kata dia.
"Iya saya janji", jawabku.

Sebulan setelah peristiwa itu memang aku tidak ada
kepikiran untuk menggituin dia lagi. Dan dia juga sudah
mulai biasa lagi. Tapi pada suatu hari pas aku sedang
mencari celanaku di belakang, mungkin celanaku sedang
dicuci. Soalnya itu celana ada duitku di dalamnya. Yah
basah deh duitku. Eh, pas aku lewat kamar si Ine,
kelihatan lewat jendela ternyata dia lagi tidur. Rok
yang dia pakai tersibak sampai ke paha. Yah, timbul lagi
deh ide setan untuk ngerjain dia. Tapi aku bingung
bagaimana caranya. Akhirnya aku menemukan ide, besok
saja aku masukkan obat tidur di minumannya. Dan aku
menyusun rencana, bagaimana caranya untuk memberi dia
obat tidur.

Besok pas sedang makan dan kebetulan rumah sedang sepi,
aku minta dibuatkan teh. Setelah selesai dia buat dan
diberikan ke aku. Kumasukkan saja obat tidur ke teh itu.
Terus manggil dia,
"Ne... kok tehnya rasanya aneh sih?"
"Masa sih Mas?" kata dia.
"Cobain saja sendiri", dia langsung minum sedikit.
"Biasa saja kok Mas..." katanya.
"Coba lagi deh yang banyak", kataku.
Dia minum setengah, terus aku bilang,
"Ya udah yang itu kamu abisin saja, tapi buatin yang
baru."
"Iya deh Mas, maaf ya Mas kalo tadi tehnya nggak enak",
jawabnya.
"Nggak apa-apa kok", jawabku lagi.

Aku tinggal tunggu obat tidur itu bekerja. Ternyata
begitu dia mau buat teh baru, eh dia sudah ambruk di
dapur. Langsung saja kuangkat ke kamarku. Begitu sampai
di kamarku, kutiduri di kasurku. Berhasil juga aku bisa
membawa dia ke kamarku, pikirku dalam hati. Lalu aku
mulai membukan bajunya, gile... aku deg-degan, soalnya
pertama kali nich! Kelihatan deh branya, dan di dalam
bra itu ada benda imut berupa gundukan kecil yang bisa
membuatku terangsang berat. Lalu kubuka roknya, kelitan
CD-nya yang berwarna krem. Tubuhnya yang tinggal memakai
bra dan CD membuat kemaluanku semakin tidak tahan.
Tubuhnya lumayan putih. Dalam keadaan setengah telanjang
itu, posisi dia kuubah menjadi posisi duduk, lalu
kuciumi bibirnya, sambil meremas-remas payudaranya yang
masih agak kecil itu. Dan tanganku yang satu lagi
mengusap CD-nya di bagian bibir kemaluannya. Kumasukkan
lidahku ke mulutnya dan aku juga berusaha menghisap dan
menjilati lidahnya. Sekitar 10 menitan kulakukan hal
itu. Setelah itu kubuka branya dan CD-nya. Wow, pertama
kalinya aku melihat seorang gadis dengan keadaan
telanjang secara langsung. Payudaranya terlihat begitu
indah dengan puting yang kecoklatan baru akan tumbuh.
Bagian kemaluannya belum ditumbuhi rambut-rambut dan
terlihat begitu rapat.

Langsung kujilati dan kuhisapi payudaranya. Dan payudara
yang satu lagi kuremas dan kuusap-usap serta
kupilin-pilin putingnya. Putingnya tampak agak mengeras
dan agak memerah. Setelah aku mainkan bagian
payudaranya, kujilati dari dada turun ke arah perut dan
terus ke arah bagian kemaluannya. Bagian itu kelihatan
masih sangat polos, dan terlihat memang seperti punya
anak kecil. Kubuka kedua pahanya dan belahan
kemaluannya, begitu kudekati ingin menjilati. Tercium
bau yang tidak kusuka, ah kupikir peduli amat, aku sudah
nafsu sekali. Kutahan nafas saja. Kubuka belahan
kemaluannya dan aku melihat apa yang di namakan
klitoris, yang biasanya aku melihat di situs-situs X,
akhirnya kulihat secara langsung. Lalu kujilati bagian
klitorisnya itu. Tiba-tiba dia mengerang dan mendesah,
"Sshh..." begitu. Aku kaget hampir kabur. Ternyata dia
hanya mendesah saja dan tetap terus tidur. Ketika aku
jilati itu, ternyata ada cairan yang meleleh keluar dari
kemaluannya, kujilati saja. Rasanya asin plus kecut.

Nah sekarang aku dalam keadaan yang amat terangsang,
tapi begitu kuperhatikan wajahnya dan ke seluruh
tubuhnya aku jadi tidak tega untuk merebut
keperawanannya. Aku kasihan tapi aku sudah dalam keadaan
yang amat terangsang. Akhirnya kuputuskan untuk
masturbasi saja. Soalnya aku tidak tega. Aku pakaikan
dia baju lagi dan menidurkan di kamarnya. Yah, aku
melepaskan pengalaman pertamaku untuk bercinta dengan
seorang gadis mungil berumur 12 tahun! Tidak tahu deh
aku menyesal atau tidak.

Setelah melepas kesempatan untuk bercinta dengan Ine.
Aku jadi kepikiran terus. Setiap aku apa-ngapain, selalu
ingat sama payudara mungilnya Ine dan daerah kemaluannya
yang masih polos itu. Untungnya si Ine tidak pernah
merasa pernah di apa-apain sama aku. Dia selalu bersikap
biasa di depanku tapi akunya tidak biasa kala melihat
dia. Soalnya pikiranku kotor melulu.

Pelampiasannya paling aku masturbasi sambil melihat
gambar-gambar XXX yang aku dapatkan dari situs-situs
lolita. Tapi aku bosan juga dan hasrat ingin nge-gituin
si Ine semakin besar saja. Sepertinya aku sudah tidak
tahan.

Akhirnya pada suatu waktu, aku mendapat kabar yang amat
sangat bagus, ternyata orangtuaku mau pindah ke luar
negeri, karena bapakku ditugasi ke luar negeri selama 2
tahun. Jadi, aku tidak perlu takut dia mengadu sama
ibuku, paling aku ancam sedikit dan aku kasih duit dia
diam. Setelah kepergian orangtuaku ke luar negeri, aku
langsung punya banyak planning untuk ngerjain dia. Yang
pasti aku sudah malas membius-bius segala. Soalnya dia
diam saja, tidak seru! Ya sudah aku merencanakan untuk
memaksa dia saja (eh, kalau ini termasuk pemerkosaan
tidak sih?).

Pada suatu hari, ketika Ine sedang mandi. Kuintip dia.
Biasalah, cuma kelihatan belakangnya saja, tapi aku jadi
bisa mengantisipasi kalau dia sudah selesai mandi
langsung aku sergap saja. Untungnya setelah dia selesai
mandi, keluar kamar mandi menuju kamarnya hanya memakai
handuk saja tidak pakai apa-apa lagi. Begitu keluar
kamar mandi langsung kututup mulutnya dan kupeluk dari
belakang, dia-nya meronta-ronta. Cuma tenagaku sama
tenaga anak umur 12 tahun menang mana sih. Kubawa masuk
ke kamar dia saja. Soalnya kalau ke kamar aku jauh.
Nanti kalau dia meronta-ronta malah lepas lagi. Pas
masuk kamar dia kujatuhkan dia ke kasur sambil menarik
handuknya. Dia kelihatan ketakutan sekali dengan tubuh
tidak mengenakan apa-apa.
"Mas Andi, jangan Mas" mohonnya.
"Tidak apa-apa lagi Ne... Paling sakitnya sedikit entar
kamu pasti akan ngerasain enaknya", kataku.
Dia kelihatan seperti mau teriak, langsung saja kututup
mulutnya.
"Jangan coba-coba teriak ya!" hardikku.
Dia mulai menangis. Aku jadi sedikit kasihan, tapi setan
sudah menguasai tubuhku.
"Cobain enaknya deh..." kataku.
Sambil tetap menutup mulutnya kuraba dan kuelus
payudaranya itu.
"Santai aja, jangan nangis. Nikmati enaknya kalo
payudara kamu di elus-elus", kataku.

Setelah kulepas tanganku dari mulut dia, langsung kucium
bibirnya. Ternyata dia lumayan menikmati ciuman sambil
payudaranya tetap kuremas-remas. "Enak kan?" kataku. Dia
diam saja. Terus kubuka CD-ku. Kukeluarkan batang
kemaluanku. Dia kaget dan takut.
"Tolong pegangin anuku donk... dipijitin ya..." pintaku.
Pertama-tama dia takut-takut untuk memegang anuku, tapi
setelah lama dipegang sama dia, dia mulai memijiti. Wah,
rasanya enak sekali anuku dipijiti sama dia. Setelah itu
dia kusuruh tiduran,
"Mas mau ngapain?" tanyanya.
"Aku mau ngasih sesuatu hal yang paling enak, kamu
nikmatin aja" jawabku.
Kubuka belahan pahanya, pertama dia tidak mau buka, tapi
setelah kubujuk dia akhirnya membuka pahanya dan
kujilati kemaluannya sampai ke klitorisnya. Dia
mendesah-desah keenakan. "Tuh kan enak", kataku.
Kujilati sampai keluar cairannya.

Aku merasa pemanasan sudah cukup, begitu kusiapkan
batang kemaluanku ke depan liang kemaluannya dia
menangis lagi dan berbicara,
"Jangan Mas, saya masih perawan."
"Saya juga tau kok kamu masih perawan", jawabku.
Aku tetap bersikeras untuk menyetubuhinya. Pas aku mau
mendorong kemaluanku masuk ke dalam liang kemaluannya,
eh dia meronta dan mau lari. Dengan cepat kutangkap.
Wah, susah nih pikirku. Kebetulan di kamar dia kulihat
ada tali untuk jemuran, kuambil dan kuikat saja tangan
dan kakinya ke tempat tidur.
"Aku tahu kamu masih perawan, abis gimana lagi aku udah
amat terangsang", kataku.
Dia memandangku dengan tatapan memohon dan sambil dengan
keluar air mata.
"Atau kamu lebih suka lewat pantat, biar perawan tetap
terjaga?" tanyaku.
"Iya deh Mas, lewat pantat aja ya... tapi tidak apa-apa
kan Mas? Nanti bisa rusak tidak pantat saya?" jawabnya.
"Tidak apa-apa kok", jawabku.
Ya, sudah kulepaskan talinya. Aku tanya sama dia, dia
punya lotion atau tidak, soalnya kalau lewat pantat
harus ada pelicinnya. Terus dia bilang punya. Kuambil
dan kuolesi ke pantatnya dan kuolesin juga ke
kemaluanku.

Langsung saja aku ambil posisi dan si Ine posisinya
menungging dan pantatnya terlihat jelas. Aku mulai
masukkan ke pantatnya. Pertama agak susah, tapi karena
sudah diolesi lotion jadi agak lancar.
"Sslleb... ahhh... enak sekali", jepitan pantatnya
sangat kuat.
"Aduh... Mas, sakit Mas..." rintihnya.
"Tahan sedikit ya Ne..." kataku.
Langsung saja kugenjot. "Gile banget, enaknya minta
ampun..." Terus aku berfikir kalau lewat kemaluannya
lebih enak apa tidak ya? masih perawan lagi. Ah, lewat
kemaluannya saja dech, peduli amat dia mau apa tidak.
Kulepaskan batang kemaluanku dari pantatnya. Aku
membalikkan badannya terus kuciumi lagi bibirnya sambil
meremas payudaranya.
"Udahan ya Mas, saya sudah cape..." pintanya.
"Bentar lagi kok", jawabku.
Setelah itu langsung kutindih saja badannya.
"Lho Mas mau ngapain lagi?" tanyanya sambil panik tapi
tak bisa ngapa-ngapain karena sudah kutindih.
"Tahan dikit ya Ne..." kataku.
Langsung kututup mulutnya pakai tanganku dan batang
kemaluanku kuarahkan ke liang kemaluannya. Dia terus
meronta-ronta. Ine menangis lagi sambil berusaha teriak
tapi apa daya mulutnya sudah kututup. Akhirnya batang
kemaluanku sudah sampai tepat di depan lubang
kemaluannya.

Aku mau masukkan ke lubangnya susahnya minta ampun,
karena masih rapat barangkali ya? Tapi akhirnya kepala
kemaluanku bisa masuk dan begitu kudorong semua untuk
masuk, mata Ine terlihat mendelik dan agak teriak tapi
mulutnya masih kututup dan terasa olehku seperti
menabrak sesuatu oleh kemaluanku di dalam liang
kemaluannya. Selaput dara mungkin, kuteruskan ngegituin
dia walaupun dia sudah kelihatan sangat kesakitan dan
berurai air mata. Kucoba lepas tanganku dari mulutnya.
Dia menangis sambil mendesah, aku makin terangsang
mendengarnya. Kugenjot terus sambil kupilin-pilin
putingnya. Pada akhirnya aku keluar juga. Kukeluarkan di
dalam luabang kemaluannya. Pas kucabut kemaluanku
ternyata ada darah yang mengalir dari liang kemaluannya.
Wah, aku merenggut keperawanan seorang anak gadis.
"Ine... sorry ya... tapi enak kan. Besok-besok mau lagi
kan..." tanyaku.
Dia masih sesenggukan, dia bilang kalo kemaluannya
terasa sakit sekali. Aku bilang paling sakitnya cuma
sehari setelah itu enak.

Besok-besok dia aku kasih obat anti hamil dan aku bisa
berhubungan dengan dia dengan bebas. Ternyata setelah
setahunan aku bisa bebas berhubungan dengan dia, dia
minta pulang ke kampung katanya dia dijodohi sama
orangtuanya. Kuberikan uang yang lumayan banyak. Soalnya
dia tidak balik lagi.
"Inget ya Ne... kalo kamu lagi pingin begituan dateng
aja ke sini lagi ya..."

Begitulah kisahku dan aku tetap suka sama cewek yang
imut-imut. Kenapa ya? apa aku fedofil? Tapi sepertinya
tidak deh, Soalnya yang kusuka itu harus punya payudara
walaupun kecil. Jadi sepertinya aku bukan pedofil, Ok.