Monday, May 7, 2007

TAHUN BARU

Pada tahun baru yang lalu aku berkenalan sama cewek yang namanya Angelina yang
biasa dipanggil Angel. Angel adalah cewek yang masih duduk kelas 2 SMP dengan
tinggi 165 cm, dan dengan dada yang tak terlalu besar tetapi kencang dan mancung
ke depan kira-kira 34, kulit putih, dengan pantat yang sexy. Yang pasti setiap
cowok yang melihatnya akan menelan ludah.
Hubungan kami berawal ketika malam itu Angel mengajakku untuk menginap dirumah
tante Susan adik dari ibunya. Malam itu memang cukup dingin, lalu kupinjamkan
jaketku untuk menutupi tubuhnya yang hanya memakai kaos merah dan rok mini warna
hitam. Menurutku Angel sungguh sexy sekali malam itu, dia memakai kaos merah
tanpa lengan, dan bra putih yang semakin menunjukkan kemolekkan dari tubuhnya.
Dan rambut panjangnya yang terawat dibiarkan tergerai.
Dan entah kenapa dia langsung mengajukku ke kamar, terus Angel bilang
“Wa,” panggilan namaku Dewa.
“Apa,” kataku
“Kita ke kamarku aja yah,” sambil dia menarik tanganku.
Kamarnya sungguh rapi, ya, maklum kamar cewek. Singkat cerita dia, bercerita
padaku bahwa dia baru saja memutuskan pacarnya karena mendua. Dia menangis dan
kuberanikan diriku untuk memeluknya dan menenangkannya, Angel tak menolaknya.
Setelah agak tenang kubisiki dia bahwa dia tampak cantik dan sexy sekali malam
ini. Angel tersenyum dan menatapku dalam, lalu memejamkan matanya. Kucium
bibirnya, yang hangat, dia menerimanya. Kucium dia dengan lebih galak dan dia
membalasnya dengan lebih ganas lagi, lalu tangannya merangkul pundakku.
Kami berciuman dengan cukup ganas lalu aku turun ke lehernya, Angel pun
mendesah,
“Aaahh.. Wa..”
Mendengar itu kuberanikan meremas payudaranya yang montok. Angel mendesah lagi,
“Wa.. Terus.. Remas yah..”
Dan menjambak rambutku.
“Angel sayang kita kan baru kenal, kok kamu langsung..?”
“Langsung apa yoo..? Nafsu maksud kamu?” tanyanya lagi.
“Iya..” Kataku.
“Mas..” Dia memanggilku seperti itu tidak lagi manggil namaku,
“Iya ada apa Angel cantik?” pujiku.
Setelah beberapa saat kulepaskan dia. Angel sudah terangsang banget, kulucuti
pakaiannya, kaosnya kulepas, sekalian bra-nya, tapi dia tidak marah dan diam
saja, tampaklah gunung kembar yang pas dalam genggaman tanganku, dengan puting
merah coklat yang telah mengeras. Kubasahi dengan ludahku lalu kucium dan
menjilatnya, dia hanya memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya.
Kulanjutkan melucuti celananya, dia memakai CD putih yang transparan sehingga
tampak sebagian rambut kemaluannya yang lembab dan indah.
Ternyata jembutnya tidak terlalu lebat dan rapi, rambut di sekitas bibir
kemaluannya besih. Dan vaginanya tampak kencang dengan clitoris yang cukup besar
dan mulai basah. Serta montok di bagian bibir vaginanya. Kupangku dia dan mulai
menciuminya lagi, dan sapuan lidahku mulai kukonsentrasikan di puntingnya,
kujilati, kutekan bahkan kugigit kecil dengan gigiku, Angel menggelinjang
keasikkan, dan mendesah-desah merasakan rangsangan kenikmatan yang belum pernah
ia rasakan.
Tangan kananku mulai memainkan clitorisnya, dan ternyata sudah banjir, kugesek
klitorisnya dengan jari tengahku, perlahan-lahan tapi pasti, desahan dan
lenguhannya semakin sering kudengar. Seirama dengan sapuan lidahku di
puntingnya, Angel makin terangsang hebat, dia bahkan menjambak rambutku dan
menekan kepalaku ke payudaranya,
“Mas, enak.. Banget.. Enak.. Terus emut payudara aku Mas sayang?”
Beberapa menit, badannya mulai mengejang dan
“Mas.. Angel.. Mau.. Keluaarr.. Nih..!” Sambil berteriak Angel orgasme, denyutan
vagina kurasakan di tangan kananku semakin bergetar sekali. Angel kemudian
berdiri.
“Sekarang giliran Mas, akan aku buat Mas jadi ketagihan” katanya.
Celanaku langsung dilucutinya dan akupun disuruhnya berbaring. Salah satu
tangannya memegang penisku dan yang lain memegang zakarnya, dia
mengelus-ngelusnya dengan lembut
“Mmmhh.. Ooohh.. Baaguuss.. Angel,” desahku.
“Enak ya, Mas?”
Akupun mengangguk.
“Kamu hebat sekali sayang”, jawabku.
Angel mulai menciumi penisku dan mengelus zakarnya, dan mengemutnya dan
mengocoknya dengan mulutnya. Kocokannya sungguh nikmat. Kupegang kepalanya,
kuikuti naik turunnya, sesekali kutekan kepalanya saat turun. Sesaat kemudian
dia berhenti.
“Waah, penismu lumayan besar dan panjang yach, keras lagi, aku makin terangsang
nich.”
Aku hanya tersenyum, lalu kuajak dia main 69,
“Apa tuh 69..?” katanya.
“Sini aku ajarin deh,” kataku.
Akhirnya dia mau. Vaginanya yang banjir itu tepat diwajahku, merah dan kencang,
sedang Angel sudah mengocok penisku. Saat itu aku baru menikmati vagina seorang
cewek, aku mulai menjilati vaginanya, harum sekali dan bau cairan vagina, dan
clitorisnya sampai memerah dan kuhisap cairan yang sudah keluar, tiba tiba dia
berteriak saat kuhisap vaginanya keras-keras.
“Mas.. Aku suka banget, terus.. Jilat dan hisap klitorisku”, dia menjerit dan
aku tahu kalau dia lagi klimaks karena vaginanya sedang kujilat dan saat itulah
saat pertama aku rasakan cairan wanita.
“Mas.. Sudah cepetan masukin penis Mas ke vagina Angel, aku sudah enggak tahan
lagi ingin dientot, ceracaunya?”.
Aku mulai melakukan gaya dog style dan aku mulai memasukkan penisku ke pantatnya
yang besar dan menggiurkan dan aku tarik dorong selama beberapa lama, tapi aku
masukin ke vaginanya, karena dia bilang gitu. Kemudian, aku bosan dengan gaya
itu, dan kusuruh dia untuk berada di bawahku dan aku mulai memasukkan penisku ke
dalam vaginanya yang ternyata sudah basah lagi, perlahan kumasukkan, terasa
sekali denyutan vaginanya.
Vaginanya agak susah kumasuki, setelah penisku masuk kira-kira setengah, ada
sedikit darah mengalir, ternyata dia perawan batinku, kubisiki dia
“Lin, sebentar lagi kamu akan merasakan kenikmatan yang sesunguhnya.”
Perlahan kugoyang penisku, maju mundur, rintihan kesakitan berubah menjadi
desahan kenikmatan, aku lihat Angel merem melek merasakan kenikmatan yang tiada
taranya,
“Lin.. kenapa, kok kamu menangis?” tanyaku.
“Enggak kok, Mas aku saking nikmatnya hingga air mataku tak terasa mengalir”.
“Ooo..?”
Sambil aku kocok terus vaginanya, dia bilang,
“Mas mau kan ngentot vaginaku, kalau lagi gatel..?” tanyanya lagi.
“Mau sayang,” jawabku, terus dia tersenyum sambil dia mendesah keras karena
sodokanku yang makin cepat. Saat aku berada di atas Angel, kujilati dan kukecup
payudaranya yang memerah dan dia menjerit perlahan dan mendesah-desah di
telingaku dan membuatku tambah bernafsu dan tanpa pikir panjang lagi, aku mulai
menekannya dengan nafsu dan tentunya penisku sudah masuk ke dalam vaginanya yang
sangat nikmat itu.
“Ooohh nikmat sekali rasanya”, dia juga menjerit.
“Ssshh.. Oohh.. Yeess..”
“Mas.. Rasanya vagina Angel ketagihan nih.. penis Mas?” sama Angel sayang aku
juga.
Beberapa saat kemudian, dia memelukku kuat-kuat dan aku bingung tapi aku juga
mengalami perasaan yang aneh karena sepertinya ada yang mau keluar dari
kemaluanku,
“Dewa.. Aku mauu keluaarr” dan aku juga menjawabnya.
“Lin.. Kayaknya akuu jugaa maauu.. Keluuaarr..”
Badanku dan Angel sama-sama bergetar hebat dan aku merasakan ada yang keluar
dari penisku ke dalam vaginanya dan aku juga merasa ada yang membasahi penisku
dengan amat sangat.
“Ooohh.. Aarrgghh.. Enak banget sayang,” eranganku ketika orgasme.
“Sama Mas.. Aku nikmat sekalii..” jawabnya setelah itu.
Angel terdiam karena kelelahan dan aku mulai mencium-ciumi bibirnya yang
kecilnya. Aku mulai membelai-belai rambutnya dan karena dia terlalu kelelahan
dia pun tertidur pulas.
Karena aku nggak mau mengganggu dia, aku keluar dari kamarnya dan kulihat di
ruang tengah, ada seorang wanita kira-kira 29 tahunan sedang mengusap-usap
clitorisnya sambil menonton VCD dan aku menghampirinya dan dia berbicara
kepadaku.
“Ayoo.. Kamu ngapain tuh keponakanku itu..?”
Terus aku berkata ke dia,
“Tante.. Kemari dech aku mau bilang sesuatu!”
Dia mengikutiku, Tantenya Angel hanya memakai kaos dan rok mini.
“Ada apaan sih!” katanya padaku.
Tanpa banyak omong kudekati vaginanya yang sudah basah, pikirku ini adalah
kesempatan. Kuelus vaginanya perlahan, dan kucium bibirnya, tanpa penolakan,
lalu desahan yang kudengar.
“Enaak.. Dik, siapa namamu..?” tanyanya
“Dewa..” jawabku.
“Ohh.. Dewa please!! Puasin.. Tante.. Sayang malam.. Ini,” sambil mendesah dan
melenguh.
“Iya pasti dong tante, masa vagina keponakan tante saja yang ngerasain penisku,
vagina ini juga inginkan?” tanyaku.
“Yah sudah sekarang kamu entot vagina tante yah sampai puas, please.. yah
sayang? aku sudah lama vaginaku enggak ngerasian penis lagi,” sambil terus
mengocok penisku, karena aku sudah entotan sama Angel tadi masih bugil. Beberapa
menit kemudian kulepaskan dia dari belaianku, kulucuti pakaiannya, kondisi
badannya sama dengan Angel, hanya saja payudaranya sedikit lebih besar.
Kugandeng dia ke kamarnya Angel, ternyata dia sudah terbangun, dan sedang
membersihkan vaginanya.
“Sudah bangun, Angel,” dia menjawabnya dengan senyuman manisnya.
“Penis Temanmu ini kupakai dulu ya, vagina tante sudah gatel banget,” tantenya
berkata.
“Silahkan Tante, enak banget lo..penisnya, akukan tadi sudah dientotnya?” kata
Angel.
“Kamu bandel banget yah, masih SMP sudah ngerasain entotan.
“Tante Susan jangan bilangin ibu yah?” katanya lagi.
“Oke!! Asal kalau kamu mau ngentot lagi ajak tante yah?” balasnya.
“Iyah tante”. Jawabnya.
Angel pun langsung keluar, rupanya dia takut mengganggu tantenya yang akan
kuentot. Kubaringkan dia, kutabrak vaginanya dengan penisku, ternyata sedikit
lebih mudah, karena dia sudah tidak perawan pikirku tetapi masih cukup kencang.
Kumulai gerakan penisku, dan kucium lagi bibirnya, dan kunikmati payudaranya.
Kami saling bersahutan merasakan kenikmatan bersama.
Beberapa kemudian aku mulai menghisap dan menjilat vaginanya dan clitorisnya
sampai dia benar-benar mau klimaks dan setelah dia bilang dia mau klimaks,
kumasukan penisku ke dalam vaginanya lagi dan bless. Setelah beberapa lama, aku
sepertinya mau keluar dan karena aku nggak bisa tahan kenikmatan ini makanya aku
langsung saja,
“Croott.. Crott..”
Sampai beberapa kali dan setelah aku selesai, Tantenya Angel gantian memelukku
dengan eratnya dan dia berteriak,
“Aaakh.. Aku keeluarr oohh”, dia bergetar hebat dan setelah itu dia mencium
bibirku dan melumat habis bibirku,
“Terima kasih ya sayang kamu telah muasin tante.. Kapan kapan kita entotan lagi
yah? Rasanya vaginaku jadi ketagihan sama penis kamu, gimana?” tanyanya lagi
mempertegas.
“Baik Tante, aku akan selalu mengentot Tante,” jawabku dan setelah dia kecapaian
aku tidur bersamanya dan paginya aku, tante Susan dan keponakannya Angel, kami
pun entotan lagi. Aku sangat beruntung, sekali ngentot dapat dua vagina
sekaligus.