Tuesday, May 1, 2007

CHATTING

Seperti biasanya jika aku sedang suntuk atau sedang BT,
aku selalu pergi ke warnet untuk mengecek atau chatting.
Hari Sabtu, tepatnya tanggal 20 Januari 2001, jam 16.00
sore, saat itu aku sedang BT habis. Untuk menghilangkan
BT-ku itu, aku langsung saja pergi ke warnet untuk
chatting, dan seperti biasanya aku menggunakan nick ****
(edited). Aku masuk ke channel-channel yang berbau seks.
Alhasil aku mengobrol dengan seorang cewek dengan nick
**** (edited), dan mengaku bernama Syalean dari
Malaysia.

Umur Syalean lebih tua 1 tahun di atasku, aku ngobrol
ngalor-ngidul hingga menyerempet masalah pribadi maupun
masalah seks. Dia sendiri merupakan karyawan di sebuah
bank di Kualalumpur, dan dia tanggal 23 January 2001
akan ke Jakarta dalam urusan kantor. Aku membujuk dia
untuk dapat datang ke Bandung, dan hasilnya dia mau jika
masih ada waktu. Saat itu juga kami janjian untuk kopi
darat dan berjanji jika ke Bandung dia akan meneleponku.

Sabtu, tanggal 24 January 2001, HP (Handphone)-ku
berbunyi dan tertulis nomor yang belum kukenal, terus
kujawab langsung telepon itu,
"Hallo..." kataku.
"Hallo... ini Dedi Yach?" tanyanya.
"Benar, saya Dedi, ini siapa yach...?" balasku.
"Ini Syalean dari Kualalumpur yang masa (waktu) itu
chatting sama awak (kamu)," katanya.
"Ooo... iya saya baru ingat... ada dimana nich?"
tanyaku.
"Sekarang ini saya sudah sampai di Bandung, dan sekarang
tidur di Hotel X," katanya.
"Hah... sudah ada di Bandung... kapan datang ke
Bandung?" balasku.
"Kapan nih kita bisa bertemu, bisa tidak kamu ke sini?"
katanya.
"Nanti sore saya akan datang ke sana... kita bertemu
dimana?" tanyaku.
"Ok... saya tunggu di ***** (edited) Hotel, jam 16.00
jangan sampai terlambat, ok..." katanya.

Tepat jam 16.25, aku meluncur ke hotel itu dengan
menggunakan taxi, setelah sesampainya di depan hotel aku
langsung menuju ke **** (edited) yang katanya itu. Aku
terus mencari meja yang dihuni oleh seorang cewek, dan
kulihat ternyata ada 1 meja yang ditempati oleh seorang
wanita cantik, bodinya ok. Langsung kuhampiri dia dan
langsung bertanya,
"Selamat sore... maaf apakah nona ini nona Sya?"
tanyaku.
"Ini pasti Dedi kan..." balasnya.
"Silakan duduk, mau minum atau mau makan?" tanyanya.
"Nggak usah... cukup minum aja dech," balasku.
Langsung dia memanggil pelayan dan memesan minuman. Dan
kami pun langsung terlibat obrolan. Setelah lamanya kami
mengobrol lalu dia mengajakku ke atas ke kamarnya. Lalu
kami berdua pun beranjak ke kamar.

Di dalam kamarku, sudah tidak tahan lagi melihat
kemolekan dan kecantikan wajahnya, langsung dengan
semangat "45" kupeluk dia lalu kucium bibirnya, ternyata
tidak ada reaksi dia memberontak, malah dia membalas
ciumanku di bibirnya. Sambil berciuman, tanganku mulai
bergerilya, aku mulai meremas-remas payudaranya yang
besar itu dan ternyata dia pun tidak mau kalah, dia juga
meremas-remas batang kemaluanku dari luar celana.

Setelah lama aku berciuman lalu aku mulai membuka
bajunya satu persatu hingga dia bugil. Sekarang
tampaklah jelas dua buah dada yang besar dan putih itu
yang sangat menantang, berukuran 36B, dan juga liang
kemaluannya yang ditumbuhi oleh bulu-bulu kemaluannya.
Dan aku pun langsung membuka seluruh pakaian dan
celanaku hingga bugil.

Setelah kami berdua bugil, lalu aku mengajaknya naik ke
atas tempat tidur, di atas tempat tidur aku mulai
menciumi dia dari atas lalu turun ke bawah kedua buah
dadanya, kusedot-sedot dan kugigit-gigit kecil puting
susunya yang merah itu yang kiri dan yang kanan secara
bergantian. Lalu ciumanku mulai turun ke bawah ke daerah
selangkangannya, kusibakkan bulu kemaluannya dan kumulai
menjilat-jilat kemaluannya yang sudah basah itu sambil
jariku, kumasukkan ke lubang kemaluannya sambil aku
keluar-masukkan ke lubang kemaluan itu.

Selang beberapa lama, kami pun berubah posisi, kini
kusuruh dia memainkan batang kemaluanku, dia mulai
menjilat-jilat dan menyedot-nyedot batang kemaluanku,
terasa nikmat ketika batang kemaluanku disedot oleh
mulutnya sambil batang kemaluanku di kocok-kocok. Aksi
sedotannya ke batang kemaluanku tidak lama sekitar 10
menit, lalu dia mulai merubah posisinya berjongkok tepat
di atas batang kemaluanku, kemudian batang kemaluanku
dituntunnya masuk ke dalam lubang kemaluannya,
"Bleess... bleess..." Sekarang batang kemaluanku sudah
berada di dalam lubang kemaluannya.

Lalu dia mulai menaik-turunkan pantatnya, dan terdengar
desahan-desahan yang keluar dari mulutnya, "Akh...
aakkhh... ssss..." sambil dia aktif menaik-turunkan
pantatnya, tanganku pun sambil meramas-remas
payudaranya.

Selang 10 menit kami pun berubah posisi, kini gantian
dia menungging lalu kuarahkan batang kemaluanku ke
lubang kemaluannya lewat belakang, "Bleess..." aku mulai
mengocok-ngocok batang kemaluanku di lubang kemaluannya.
Tanganku pun tidak mau diam, kuremes-remes payudaranya.

10 menit kemudian aku merasakan di lubang kemaluannya
sudah basah, ternyata dia sudah keluar, tetapi aku masih
terus mengocok-ngocok batang kemaluanku di lubang
kemaluan dia. Selang 3 menit kurubah posisi, kusuruh dia
tiduran dan kubuka lebar-lebar kedua pahanya dan
kuangkat kakinya ke atas, dan kuarahkan batang
kemaluanku ke lubang kemaluannya dan "Bleess..." aku
mulai mengocok lagi batang kemaluanku.

20 menit kemudian aku merasakan aku sudah tidak tahan
mau keluar, aku mulai mempercepat kocokan batang
kemaluanku, dan aku tanya sama dia, "Sayang, mau keluar
nih... di dalam atau di luar?" tanyaku, lalu dijawab,
"Di luar saja," dan akhirnya kucabut batang kemaluanku
dan kuarahkan ke mulutnya untuk disedot-sedot dan...
"Crrooott... crroott... crrrooott..." air surgaku keluar
di dalam mulutnya. Air surga itu oleh dia ditelannya dan
batang kemaluanku dibersihkan oleh lidahnya dari noda
spermaku. Seketika itu juga kami berdua jatuh terkulai
lemas di kasur.

Di saat kami sedang istirahat dan mengatur nafas,
burungku masih digenggam oleh tangannya sambil
mengocok-ngocoknya. Seketika itu juga batang kemaluanku
sudah berdiri dan tegang lagi, lalu dia mengucapkan,
"Ded... kamu pintar sekali, saya puas sekali, ayo kita
lanjutin lagi!" katanya.
"Ok.. tuch kan liat dipegangin terus jadi berdiri dech
'adek' aku..." candaku.
"Akhh... kamu bisa saja.. (sambil memencet dan mencium
batang kemaluanku)," balasnya.
"Sekarang mainin dong kemaluanku!" kataku.
Tanpa basa-basi lagi batang kemaluanku sudah masuk di
dalam mulutnya, terasa nikmat saat batang kemaluanku
dikenyot-kenyot, dan dikocok-kocok. Lalu dia merubah
posisnya (gaya 69) dia mulai naik ke atas badanku dan
mengarahkan lubang kemaluannya ke mukaku, aku tahu apa
maksudnya, langsung saja kujilati sambil memasukkan
jari-jariku ke dalam lubang kemaluannya. Kudengar dia
mulai mendesah-desah, "Akkhhh... aakkhhh..." sambil
terus mengulum-ngulum batang kemaluanku.

Selang 5 menit kami pun merubah posisi lagi. Kini dia
berjongkok di atas selangkanganku, dan batang kemaluanku
diarahkan dan dibimbing oleh tangannya masuk ke dalam
lubang kemaluannya, dan "Bleess... bleess..." batang
kemaluanku sudah masuk lagi ke dalam lubang kemaluannya,
dan dia mulai menaik-turunkan pantatnya dan sesekali
pantatnya diputar-putar. Saat pantatnya diputar-putar
terasa beda sekali dan terasa nikmat.

Sambil batang kemaluanku masuk di lubang kemaluannya,
tanganku meremas-remas kedua payudaranya, sambil puting
susunya kutarik-tarik, dan dia pun menjerit kecil,
"Oww... aahhkkk... terus sayang... enak..." desahnya. 4
menit kemudian kurubah posisinya lagi, kusuruh dia
tiduran miring, lalu kumasukkan batang kemaluanku ke
lubang kemaluannya dari belakang, sambil kuangkat kaki
kanannya ke atas, terus kukocok-kocok batang kemaluanku
di lubang kemaluannya. Dan dia pun mulai menyeimbangkan
permainanku dengan memaju-mundurkan pantatnya. Beberapa
menit kemudian dia sudah mau keluar, "Ahhkkk...
aakkhh... aahkkhh..." aku merasakan lubang kemaluannya
basah dan dia pun sudah orgasme, karena aku masih belum
keluar, maka kurubah posisinya lagi. Kubaringkan dia,
dan aku di atas dia lalu kukocok dan selang 4 menit
kemudian ada rasa-rasa aku mau keluar, lalu kubilang
sama dia, "Sayang, sudah mau keluar nich... di luar apa
di dalam?" tanyaku. Dijawab, "Di luar aja..."

Lalu kocokkan mulai cepat, rasa mau keluar itu sudah ada
di ujung, seketika itu juga batang kemaluanku, kucabut
dari lubang kemaluannya, lalu kuarahkan batang
kemaluanku ke mukanya, kukocok-kocok batang kemaluanku
sendri dan... "Crooottt... crrroott..." spermaku
menyemprot ke muka dia, lalu kumasukkan batang
kemaluanku ke mulutnya minta dibersihkan oleh lidahnya
hingga bersih. Setelah permainan nikmat itu selesai
akhirnya kami berdua pun tidur pulas masih dengan
bertelanjang ria alias bugil.