Monday, May 7, 2007

SECRET 2

Teman; Terimakasih atas sambutan yang luar biasa, tetapi
saya tidak menyangka karena saya hanya menuliskan
langsung dari apa yang saya ingat.. termasuk suara-suara
Tina, dsb, itu masih terngiang-ngiang di telingaku..
Untuk foto Tine, saya berjanji terhadap diriku sendiri
untuk tidak memberikannya ke orang lain, (karena saya
sendiri hanya punya pas photo 3x4nya saja, hitam
putih!)..
Aku menghormatinya karena dia telah menerima
permintaanku..Mohon maklum.
Selanjutnya, perasaanku terhadap si TINA sungguh tidak
dapat kutolak! Nggak tahu, ini pasti 100% nafsu saja..
atau ada cintanya.. Karena, sekarang mataku selalu
kusempatkan untuk melihat dia dari jauh saat aku lewat
atau hilir mudik di kantor.
Besoknya, setelah peristiwa malam itu, aku bekerja
seperti biasa dan melihat Tina juga masuk, padahal aku
kira dia malu dan membolos kerja. Sesekali dia melirik
ke arahku, tanpa senyumnya. Aku kuatir, dia marah.
Malamnya, aku rencana pulang malam lagi. Saat itu baru
petang. Dan... Aku sangat terkejut, dia datang ke ruang
kerjaku, untuk menyerahkan
disket berisi artikel yang aku suruh dia ketik.
"Pak, ini artikelnya" katanya.
"Eh, Tina.. gimana kabarnya kemarin ? ditunggu orang
rumah ?" kataku.
"Mm.. iya.. tapi nggak apa-apa."
Aku bingung sekali saat itu, aku benar-benar salah
tingkah karena mengingat kelakuanku kepadanya. Tetapi,
dia diam saja di samping kursiku menunggu perintah
selanjutnya. Akhirnya, aku nekat! Aku memegang tangannya
dan menariknya untuk aku cium. Dia menyerahkan bibirnya
dan menutup matanya. Aku tahu, dia menginginkan aku
seperti kemarin! Aku langsung berbisik kepadanya "Tin,
aku tunggu kamu di Lantai 5 di ruang komputer, ya.." Aku
langsung berangkat ke lantai 5, tanpa menunggu dia.
Saat itu masih jam 6 sore, jadi masih ada beberapa
karyawan yang berada di kantor. Tetapi, di ruangan
komputer tidak ada orang yang ke sana. Dan aku membawa
master kuncinya.
Di sana, aku tunggu dia, dan akhirnya dia datang juga.
"Ada apa pak ?" tanyanya seperti tidak tahu saja. Aku
tidak menunggu, langsung saja aku cium dia,
"ehhhhehhehhhhhmmmmm pak..." kulepas baju dan roknya
"ahhhhmm ... ", BHnya sampai akhirnya dia telanjang
bulat di hadapanku. Dia langsung menutup buah dadanya
dengan tangan kanannya dan memeknya dengan tangan
kirinya. Aku cepat-cepat mengikutinya dengan melepas
dasi, baju, celana dan celana dalamku. kontolku langsung
teracung ke atas!
Tangannya kubimbing untuk memegang adikku dan
menggosoknya halus. Aku menyentuh putingnya dan aku tahu
bahwa putingnya adalah bagian yang paling sensitif
baginya. Putingnya sudah keras dan berwarna merah muda.
Die menggigit bibir bawahnya sambil mengeluh terus
"hhhmmm..hhmm," Dan tangan kananku, membelah celah di
pangkal pahanya.. kakinya perlahan mengangkang, tanpa
aku paksa. Dia tak kuat lagi menahan tubuhnya, dan
bersandar ke tembok. Aku turunkan kepalaku menuju
memeknya dan mulai di bagian itu. Kakinya semakin
mengangkang membentuk huruf O, dan tanpa disadarinya,
bokongnya bergoyang menikmati rangsanganku lewat
lidahku. "hhhhmhh... hhhssshhss... shhhshhs"
dia hanya bisa menahan luapan emosinya dengan
berdesis-desis.... Dia sekali-kali melihat ke arah
pintu.. mungkin dia kuatir sewaktu-waktu ada orang yang
masuk.
"Tina, kamu masih perawan ?" aku sudah gak kuat
lagi...sambil aku jilati terus clitorisnya ke
atas-bawah.
"Yyyyyaa..pak..shhshs..." aku sempat kaget..tapi aku
teruskan..
"Tin, aku akan gesekkan adikku ke adikmu, tapi gak usah
dimasukkan...mau?" aku bertanya sambil menghisap
clitorisnya...
"Paak.. saya takuuutt..shhehsm.." jawabnya..
"Kamu tak akan hamil...hanya digesek di luar saja..."
Langsung saja aku naik dan mengangkat tubuhnya ke atas
meja dan mengarahkan adikku ke atas memeknya. Aku dorong
tubuhnya untuk telentang saja di atas meja.. Aku
gesek-gesekkan tanpa memasukkannya. Pelan.... dia masih
tegang... lagi... lagi...
"Ohhhhhhhhmmmmm sshshshmmm... pak.... sudah pak ?" dia
takut sekali..
"Ya... ini yang aku maksud.., gimana...gak apa-apa ?..
"Yyyaaa..hhehehhhshhshmm" dia sudah merem melek lagi..
dan aku ayunkan lagi lebih cepat, maju mundur..terus...
Adikku berdenyut-denyut, ingin masuk ke lubang
memeknya.. Tapi aku terus bertahan untuk tetap berada di
luar. Tangannya memegang tanganku yang sedang
mengarahkan adikku maju mundur. Tangannya memegang erat
dan seakan ikut menggerakkan dan menyetir posisi dan
arah gerakan kontolku.. Wah... dia sudah sangat
menikmatinya... ohhhhh.. aku jadi tenang, karena tidak
kuatir dia akan tegang lagi...
Tangan kiriku, menggosok putingnya yang sangat keras dan
saat ini naik-turun karena goyanganku...aku sangat tidak
percaya, karena aku tidak pernah bayangkan bahwa
operator telepon kantorku sekarang berada di depanku dan
sekarang bertelanjang bulat! Memegangi kontolku lagi!!!
Clitorisnya tampak sekali merah dan basah, dan komtolku
aku arahkan ke kanan kiri.
"hhhhhhhaaaahhhhhhhhhss.s....." Kaki Tina berkali-kali
kejang menunjukkan dia sudah orgasme berkali-kali.
Tiba-tiba, Aku tidak sadar ternyata tangan Tina menarik
adikku untuk masuk ke lobang memeknya, langsung saja aku
tarik! "Ohhmm pak.. annuu... shhhs... mmmasukin aja..
sshhsm cepeet.. masukin ... ajjjja... hhhhs" Aku
bingung sekali, terus terang aku ingin sekali menerobos
lobangnya, tetapi dia masih perawan dan aku tadi janji
untuk tidak memasukinya.. tetapi sekarang ? Dia ingin
sekali! "ohhhhsmhhshsm... pak.. masukin aja, Tina
pingin!!" ..aku bertambah bingung..sambil terus
menggoyang..aku memastikan "tapi, kamu masih perawan kan
Tin?"...dia mengangguk...dan terus mulutnya menganga..
nikmaat..
TIDAK! aku memutuskan untuk menjilati dan mengisap-isap
clitorisnya dengan keras agar dia merasa puas.
"HHHhhhshsmmmnggggggng" dia mengejang keras dan
panjang...
Tapi dia menangis.."ngggghhgnn... pak.. saya malu..."
Saya bingung, dan segera membantu dia membereskan
bajunya...Aku peluk dia hingga dia terdiam. Kami berdiam
di ruang komputer itu hingga 30 menit, untuk memastikan
Tina sudah tenang. Akhirnya Tina aku suruh untuk keluar
dulu, baru aku.

Aku betul-betul keringatan dibuatnya, bukan hanya
goyangannya, tetapi permintaannya yang tidak
kusangka-sangka untuk memasukkan kontolku ke lobang
memeknya itu diluar skenarioku sendiri!!! Aku
betul-betul bingung.. sekarang! Sekarang, Tina sudah
berani memintanya dariku! Aku betul-betul tidak
menyangka, Teman!!!