Sunday, May 6, 2007

ABG

aku masih siswi smu kelas 2 berumur 16 tahun. terus
terang aku sudah tidak lagi perawan, keperawananku
kuserahkan kapada pacarku saat pesta malam tahun baru,
waku itu aku masih kelas 1 SMU. semua itu aku lakukan
dengan suka rela tidak ada paksaan, malah aku merasakan
kenikmatan surga dunia di usia ku yang masih muda itu.
sudah 5 kali aku melakukan hubungan sex dengan pacarku
aku menikmati bahkan mungkin aku semakin ketagihan
mereguk kenikmatan bermain sex dengan pacarku.

aku tinggal bersama kakak perempuan ku yang sudah
menikah di kota B ini. hingga pengawasanku begitu
longgar karena kesibukan kakak ku dan suaminya yang
bekerja hingga kurang mengontrol terhadapku.

sepulang sekolah aku bergegas ke kamarku, sekolahku
masuk pagi. siang itu seperti biasa hanya ada aku
dirumah. setelah melapas sepatuku aku langsung melepas
celana dalamku. entah hari ini aku merasa begitu
terangsang, seperti kataku, aku ketagihan berhubungan
sex. tubuhku terasa bergetar, kedua buah dadaku
menegang, dan bagian kemaluanku basah terangsang. aku
berbaring di kasurku dengan kedua kaki terbuka lebar dan
rok seragamku ku singsingkan hingga ke perut. dengan
salah satu tanganku aku meremas-remas buah dadaku
sementara satu tangan lagi mengusap kemaluanku yang
sudah terbuka. ku belai-belai bulu kemaluanku semakin ke
bawah kusibak bibir kemaluanku. dengan kedua kaki
semakin kulebarkan, aku terpejam membayangkan pacarku di
depan selangkanganku dengan kemaluan yang tegak siap
menusuk kemaluanku.

"aaaahhh...", kuelus daging kecil diantara bibir
kemaluanku, dimana rasa nya begitu nikmat kumainkan
dengan jariku. terasa semakin menegang daging kecilku
ini, dan rasanya semakin nikmat. kurasakan lubang
vaginaku sudah basah. dengan lebut kugerakkan jari
tengahku menggesek kebawah daging kecilku dan langsung
menuju lubang vaginaku.
"uuuuhhh...", setengah jari tengahku sudah menusuk
lubang vaginaku, kudorong semakin dalam dan kurasakan
semakin nikmat yang kurasakan. darahku berdesir hebat,
tubuhku bergetar merasakan kenikmatan ini. mataku masih
terpejam. kubayangkan batang kemaluan pacarku menusuk
lubang vaginaku seperti yang biasa kami lakukan.

"eeehhhh...", au mendesah sesukaku dengan gerakan tangan
ku yang semakin cepat, hingga jari tengahku mengocok
lubang vaginaku dengan nikmat. namun tiba-tiba aku
terkejut dan terbelalak, dengan tiba-tiba seseorang
menindihku. sungguh aku terkejut dan semakin terkejut
saat kulihat wajah orang yg menindihku adalah mas
hendra, suami kakak perempuanku.
"aaah... mas hendra..?". suaru memekik tertahan dengan
rasa terkejut dan malu bercampur hingga aku tertegun tak
tau harus berbuat apa.
"kenapa harus sendiri rin...", ujar mas hendra. seraya
memegang tanganku.
"jangan mas hendra...", ujarku aku tersadar. seraya aku
berusahan mendorong tubuhnya. namun terasa berat sekali.
"ayolah rin... mas tau kamu sudah gak perawan...".
"jangan mas....". dengan posisi tubuh aku yang sudah
terlentang aku tak berdaya, aku merasakan benda hangat
menempel pada kemaluanku. yah itu adalah kemaluan mas
hendra.
"jangan mas...".
"ayolah rin... kamu juga pengen kan...?",
"jangan mas... jang ..... aaaaahhhh.......". aku
melenguh, kata-kataku tak dapat kuteruskan, aku
merasakan benda hangat itu menyeruak lubang vaginaku
yang memang sudah basah dan menginginkan hujaman
kemaluan laki-laki.
"aaahh...". hanya itu yang terdengar dari bibirku.
seraya mataku terpejam kepalaku mendongak keatas.
darahku berdesir hebat. begitu nikmat kurasakan. mas
hendra menghujamkan seluruh batang kemaluannya masuk ke
dalam vaginaku. aku merasakan sensasi yang begitu
nikmat, dengan ukuran batang kemaluan mas hendra yang
kurasakan berbeda lebih besar dibanding dengan ukuran
batang kemaluan pacarku.

"enak rin....mhmmhheee...mhee...". ujar mas hendra
seraya menarik batang kemaluan itu kembali, dan
memasukannya kembali.
"mmmhhh....aaaahhh...". eluhku. kurasakan lebih nikmat
dibanding kulakukan dengan pacarku. karena mungkin
ukurannya yang berbeda.
"aaahh...aaahh...". erangku setiap kali mas hendra
menghujamkannya. dengan gerakan yang semakin cepat.
vaginaku seakan di koyak memberikan rasa nikmat yang
begitu hebat.
"uuuhh...riin... ternyata kamu tidak hanya lebih cantik
dari kakakmu, tapi juga memekmu lebih enak dan
legit...". puji mas hendra.

beberapa kurasakan tubuhku bergetar hebat dan tanpa
sadar aku mengejang seraya aku melenguh, aku merasakan
seluruh sendir tubuhku terlepas. dari lubang vaginaku
kurasakan semburan cairan hangat membasahi batang
kemaluan mas hendra yang masih menghujam. kupeluk tubuh
mas hendra.
"aaah mas hendra....". eluhku
"enak rin...?", seraya mas hendra memelukku. aku
mengangguk.

"mmmhhh... mas hendraaaaa..". desahku dengan darah
berdesir, memandangnya yang tengah melumat puting buah
dadaku yang menyembul diantara sela baju seragamku yang
sudah acak-acakan. dibukanya seragamku lebih lebar agar
leluasa kedua tangannya meraih gundukan buah dadaku.
"mmmhh... riiim... masih kenyal banget... ". gumamnya.
seraya nampak begitu rakus melupat menjilat kedua
putingku. tangannya tak hendtinya meremas-remas.
"diterusin ya...?", pintanya setelah puas dengan buah
dadaku tanpa menunggu jawabanku mas hendra mencabut
batang kemaluannya dari vaginaku dan memintaku untuk
mengambil posisi menungging.
"aaaahh...", erangku saat batang kemaluan besar dan
panjg itu menusuk lagi, terasa geli dan nikmat walau
vaginaku sudah basah. kusorongkan pantatku ke belakang,
kuranggangkan kedua kakiku. agar gerakan mas hendra
lebih leluasa menghujamkan batang kemaluannya.
rasanya begitu dahsyat kurasakan, menghujam dengan
maksimal seluruh batang kemaluan itu amblas didalam
vaginaku yang lahap menelannya.

"uuuuhh... memek kamu masih sempittt rin...enak
banget...". pujinya. setiap hujaman terasa begitu
dahsyat hingga membuat tubuhku kembali bergetar untuk
yang ke dua kalinya. aku mengejang, mengeluuuh panjang
dan kurasakan semburan dari vaginaku kembali melumuri
batang kemaluan mas hendra yang begitu nikmat.
aku terkulai lemas, mas hendra membiarkan batang
kemaluannya terlepas dari vaginaku. aku terlentang
memandangnya dengan batang yang mengacung besar dan
panjang begitu perkasa, seksi dihadapanku. batang
kemaluan itu memiliki kepala yang besar dan memerah
basah berkilat.

"memekmu indah dan enak banget rin...", pujinya seraya
memandang vaginaku. di rentangkan kedua kakiku seraya
mengambil posisi untuk kembali menghujam batang kemaluan
itu.
"aaaaahh....". eluhku dengan vagina terjejal batang
kemaluan itu. tubuhku terhentak keras oleh gerakan
pinggang mas hendra yang kerasa dan semakin cepat.
"uuuhhh...rin... enak banget... bentar lagi mau
keluar...aaaaaahhggggg...", geramnya dengan tubuh
menggelinjang hebat, batang kenaluannya yang tertancap
dengan mantap di dalam vaginaku kurasakan menyemburkan
cairan hangat nya. aku merasakan sensai itu begitu
hebat.

tubuh mas hendra roboh diatas tubuhku. dengan nafas
terengah memelukku.
"rin enak banget....". ujarnya sesaat ia memandangku
dengan senyum puas, dan melumat bibirku. kusambut
bibirnya dengan hangat seraya kupeluk erat dengan batang
kemaluan kami masih menyatu.
"kamu suka rin...?", tanyanya. aku mengangguk malu.
"gak usah malu-malu kalo kamu mau....". ujarnya
"apa cowomu yang pertama rin...?", tanyanya.
"iya mas...".
"kapan ?".
"waktu malam tahun baru kemarin...". jawabku. yang
berarti enam bulan yang lalu.
"udah berapa kali gituan sama yayang...?"
"mmmm 5 kali mas....".
"mmmmhhh pantesan kamu ketagihan ya...?". aku mengguk
tersipu.

dihadapan kakak perempuanku, sikap aku dan mas hendra
biasa saja. walau aku takut kakak perempuanku akan
mengetahui kejadian itu. aku berangkat dan pulang
sekolah seperti biasanya. kadang aku mendengar seuara
desahan dan erangan dari kamar kakak perempuanku dan mas
hendra suaminya melakukan hubungan suami istri, membuat
aku merasa iri. dan ingin ikut merasakannya