Monday, May 7, 2007

SELINGKUHAN BOS

Sudah dua tahun aku bekerja di perusahaan swasta ini.
Aku bersyukur, karena prestasiku, di usia yang ke 25 ini
aku sudah mendapat posisi penyelia. Atasanku seorang
wanita berusia 42 tahun. Walaupun cantik, tapi banyak
karyawan yang tidak menyukainya karena selain keras,
sombong dan terkadang suka cuek. Namun sebagai
bawahannya langsung aku cukup mengerti beban posisi yang
harus dipikulnya sebagai pemimpin perusahaan. Kalau
karyawan lain ketakutan dipanggil menghadap sama Bu
Melly, aku malah selalu berharap dipanggil. Bahkan
sering aku mencari-cari alasan untuk menghadap keruangan
pribadinya.

Sebagai mantan pragawati tubuh Bu Melly sangatlah bagus
diusia kepala empat ini. Wajahnya yang cantik tanpa ada
garis-garis ketuaan menjAdikannya tak kalah dengan anak
muda. Saking keseringan aku mengahadap keruangannya, aku
mulai menangkap ada nada-nada persahabatan terlontar
dari mulut dan gerak-geriknya. Tak jarang kalo aku baru
masuk ruangannya Bu Melly langsung memuji penampilanku.
Aku bangga juga mulai bisa menarik perhatian.
Mudah-mudahan bisa berpengaruh di gaji hahaha nyari muka
nih.

Sampai suatu ketika, lagi-lagi ketika aku dipanggil
mengahadap, kulihat raut muka Bu Melly tegang dan kusut.
Aku memberanikan diri untuk peduli,
"Ibu kok hari ini kelihatan kusut? ada masalah?", sapaku
sembari menuju kursi didepan mejanya.
"Ia nih Ndy, aku lagi stres,udah urusan kantor banyak,
dirumah mesti berantem sama suaminya kusut deh",
jawabnya ramah, sudut bibirnya terlihat sedikit
tersenyum.
"Justru aku manggil kamu karena aku lagi kesel. Kenapa
ya kalau lagi kesel trus ngeliat kamu aku jadi tenang",
tambahnya menatapku dalam.
Aku terhenyak diam, terpaku. Masak sih Bu Melly bilang
begitu? Batinku.
"Andy,ditanya kok malah bengong", Bu Melly menyenggol
lenganku.
"Eeehh nggak,abisnya kaget dengan omongan Ibu kayak
tadi. Aku kaget dibilang bisa nenangin seorang wanita
cantik", balasku gagap.
"Ndy nanti temenin aku makan siang di Hotel (***) ya..
Kita bicarain soal promosi kamu. Tapi kita jangan pergi
bareng ,nggak enak sama teman kantor. kamu duluan aja,
kita ketemu disana", kata Bu Melly.
Aku semakin tergagap, tidak menyangka akan diajak
seperti ini.
"Baik Bu", jawabku sambil keluar dari ruangannya.

Setelah membereskan file-file, pas jam makan siang aku
langsung menuju hotel tempat janji makan siang. Dalam
mobilku aku coba menyimpulkan promosi jabatan apa yang
akan Bu Melly berikan. Seneng sih, tapi juga penuh tanda
tanya. Kenapa harus makan siang di hotel? Terbersit
dipikiranku, mungkin Bu Melly butuh teman makan, teman
bicara atau mudah-mudaha teman tidur.. upss mana mungkin
Bu Melly mau tidur dengan aku. Dia itu kan kelas atas
sementara aku karyawan biasa. Aku kesampingkan pikiran
kotor.

Sekitar setengah jam aku menungu di lobby hotel
tiba-tiba seorang bellboy menghampiriku. Setelah
memastikan namaku dia mempersilahkanku menuju kamar 809,
katanya Bu Melly menunggu di kamar itu. Aku menurut aja
melangkah ke lift yang membawaku ke kamar itu. Ketika
kutekan bel dengan perasaan berkecamuk penuh tanda tanya
berdebar menunggu sampai pintu dibukain dan Bu Melly
tersenyum manis dari balik pintu.

"Maaf ya Ndy aku berobah pikiran dengan mengajakmu makan
di kamar. Mari.. kita ngobrol-ngobrol kamu mau pesen
makanan apa?", kata Bu Melly sambil menarik tangan
membawaku ke kursi. Aku masih gugup.
"Nggak usah gugup gitu dong", ujar Bu Melly melihat
tingkahku.
"Aku sebetulnya nggak percaya dengan semua ini .aku
nggak nyangka bisa makan siang sana Ibu seperti ini.
Siapa sih yang nggak bangga diundang makan oleh wanita
secantik Ibu?", ditengah kegugupanku aku masih sempat
menyempilkan jurus-jurus rayuan. Aku tau pasti pujian
kecil bisa membangkitkan kebanggan.
"Ahh kamu Ndy bisa aja,emangnya aku masih cantik", jawab
Bu Melly dengan pipi memerah. Ihh persis anak ABG yang
lagi dipuji.
"Iya Bu, sejujurnya aku selama ini memipikan untuk bisa
berdekatan dan berduan dengan Ibu,makanya aku sering
nyari alasan masuk keruangan Ibu", kataku polos.
"Aku sudah menduga semua itu soalnya aku perhatikan kamu
sering nyari-nyari alasan menghadap aku. Aku tau itu.
Bahkan kamu sering curi-curi pandang menatapku kan?",
ditembak seperti itu aku jadi malu juga.
Memang aku sering menatap Bu Melly disetiap kesempatan,
apa lagi kalau sedang rapat kantor. Rupanya tingkahku
itu diperhatikannya.

Kami berpandangan lama. Lama kami berhadapan, aku di
tempat duduk sedangkan Bu Melly dibibir tempat tidur.
Dari wajahnya terlihat kalau wanita ini sedang kesepian,
raut mukanya menandakan kegairahan. Perlahan dia berdiri
dan menghampiriku. Masih tetap berpandangan, wajahnya
semakin dekat.. dekat.. aku diam aja dan hup.bibirnya
menyentuh bibirku. Kutepis rasa gugup dan segera
membalas ciumannya. Bu Melly sebentar menarik bibirnya
dan menyeka lipstik merahnya dengan tisu. Lalu tanpa
dikomando lagi kami sudah berpagutan.

"Pesen makannya nanti aja ya Ndy", katanya disela ciuman
yang semakin panas.
Wanita cantik betinggi 165 ini duduk dipangkuanku.
Sedikit aku tersadar dan bangga karena wanita ini
seorang boss ku, duduk dipangkuanku. Tangan kirinya
melingkar dileherku sementara tangan kana memegang
kepalaku. Ciumannya semakin dalam, aku lantas
mengeluarkan jurus-jurus ciuman yang kutau selama ini.
Kupilin dan kuhisap lidahnya dengan lidahku. Sesekali
ciumanku menggerayang leher dan belakang telinganya. Bu
Melly melolong kegelian.
"Ndy kamu hebat banget ciumannya, aku nggak pernah
dicium seperti ini sama suamiku, bahkan akhir-akhir ini
dia cuek dan nggak mau menyentuhku", cerocos Bu melly
curhat.
Aku berpikir, bego banget suaminya tidak menyentuh
wanita secantik Bu Melly. Tapi mungkin itulah kehidupan
suami istri yang lama-lama bosan, pikirku.

Bu Melly menarik tangaku. Kutau itu isyarat mengajak
pindah ke ranjang. Namun aku mencegahnya dengan
memeluknya saat berdiri. Kucium lagi berulang-ulang,
tangaku mulai aktif meraba buah dadanya. Bu melly
menggelinjang panas. Blasernya kulempar ke kursi, kemeja
putihnya kubuka perlahan lalu celana panjangnya
kuloloskan. Bu Melly hanya terdiam mengikuti sensasi
yang kuberikan. Wow, aku tersedak melihat pemandangan
didepanku. Kulitnya putih bersih, pantatnya berisi,
bodynya kencang dan ramping. Celana dalam merah jambu
sepadan warna dengan BH yang menutupi setangkup buah
dada yang walaupun tidak besar tapi sangat
menggairahkan.
"Ibu bener-bener wanita tercantik yang pernah kulihat",
gumamku.

Bu melly kemudian mengikuti aksiku tadi dengan mulai
mencopot pakaian yang kukenakan. Namun dia lebih garang
lagi karena pakaianku tanpa bersisa, polos. Mr. Happy
yang sedari tadi tegang kini seakan menunjukkan
kehebatannya dengan berdiri tegak menantang Bu Melly.
"Kamu ganteng Ndy", katanya seraya tanganya meraup
kemaluanku dan ahh bibir mungilnya sudah mengulum.
Oh nikmatnya. Sentuhan bibir dan sapuan lidahnya diujung
Mr.Happy ku bener-bener bikin sensasi dan membuat nafsu
meninggi.

Aku nggak tahan untuk berdiam diri menerima sensasi
saja. Kudorong tubuhnya keranjang, kuloloskan celana
dalam dan BH-nya. Sambil masih tetap menikmati jilatan
Bu Melly, aku meraih dua bukit kembar miliknya dan
kuremas-remas. Tanganku merayap keselangkangannya. Jari
tengahku menyentuh itilnya dan mulai mengelus, basah. Bu
Melly terhentak. Sesekali jari kumasukkan kedalam
vaginanya. Berusaha membuat sensasi dengan menyentuh
G-spot-nya.

Atas inisiatifku kami bertukar posisi, gaya 69. Jilatan
lidahnya semakin sensasional dengan menulur hingga ke
pangkal kemaluanku. Dua buah bijiku diseruputnya
Bener-bener enak. Gantian aku merangkai kenikmatan buat
Bu Melly, kusibakkan rambut-rambut halus yang tertata
rapi dan kusentuh labia mayoranya dengan ujung lidah.
Dia menggeliat. Tanpa kuberi kesempatan untuk berpikir,
kujilati semua susdut vaginanya, itilnya kugigit-gigit.
Bu melly menggelinjang tajam dan, "Ndy aku keluar lo..
nggak tahan", katanya disela rintihan.
Tubuhnya menegang dan tiba-tiba terhemmpas lemas, Bu
Melly orgasme.

Aku bangga juga bisa membuat wanita cantik ini puas
hanya dalam lima menit jilatan.
"Enak Ndy, aku bener-bener nafsu sama kamu. Dan ternyata
kamu pintar muasin aku,makasih ya Ndy", ujarnya.
"Jangan terima kasih dulu Bu, soalnya ini belum apa-apa,
nanti Andy kasi yang lebih dahsyat", sahutku.
Kulihat matanya berbinar-binar.
"Bener ya Ndy, puasin aku, sudah setahun aku nggak
merasakan orgasme, suamiku sudah bosan kali sama aku",
bisiknya agak merintih lirih.

Hanya berselang liam menit kugiring tubuh Bu melly duduk
diatas pinggulku. Mr.Happy kumasukkan ke dalam vaginanya
dan bless,lancar karena sudah basah. Tanpa dikomando Bu
Melly sudah bergerak naik turun. Posisi ini membuat ku
bernafsu karena aku bisa menatap tubuh indah putih mulus
dengan wajah yang cantik, sepuasnya. Lama kami
bereksplorasi saling merangsang. Terkadang aku mengambil
posisi duduk dengan tetap Bu melly dipangkuanku. Kupeluk
tubuhnya kucium bibirnya.
"Ahh enak sekali Ndy", ntah sudah berapa kali kata-kata
ini diucapkannya.

Mr.Happyku yang belum terpuaskan semakin bergejolak
disasarannya. Aku lantas mengubah posisi dengan
membaringkan tubuh Bu Melly dan aku berada diatas tubuh
mulus. Sambil mencium bibir indahnya, kumasukkan
Mr.Happy ke vaginanya. Pinggulku kuenjot naik turun.
Kulihat Bu Melly merem-melek menahan kenikmatan.
Pinggulnya juga mulai bereaksi dengan bergoyang melawan
irama yang kuberikan. Lama kami dalam posisi itu dengan
berbagai variasi, kadang kedua kakinya kuangkat tinggi,
kadang hanya satu kaki yang kuangkat. Sesekali
kusampirkan kakinya ke pundakku. Bu Melly hanya menurut
dan menikmati apa yang kuberikan. Mulutnya
mendesis-desis menahan nikmat.
Tiba-tiba Bu melly mengerang panjang dan "Ndy, aku mau
keluar lagi, aku bener-bener nggak tahan", katanya
sedikit berteriak.
"Aku juga mau keluar nih.. bareng yuk", ajakku.
Dan beberapa detik kemudian kami berdua melolong panjang
"Ahh..".
Kurasakan spermaku menyemprot dalam sekali dan Bu Melly
tersentak menerima muntahan lahar panas Mr. Happyku.
Kami sama sama terkulai.
"Kamu hebat Ndy, bisa bikin aku orgasme dua kali dalam
waktu dekat", katanya disela nafas yang tersengal.
Aku cuma bisa tersenyum bangga.
"Bu Melly nggak salah milih orang, aku hebat kan?"
kataku berbangga yang dijawabnya dengan ciuman mesra.

Setelah mengaso sebentar Bu Melly kemudian menuju kamar
mandi dan membasuh tubuhnya dengan shower. Dari luar
kamar mandi yang pintunya nggak tertutup aku menadang
tubuh semampai Bu melly. Tubuh indah seperti Bu Melly
memang sangat aku idamkan. Aku yang punya kecenderungan
sexual Udipus Comp-lex bener-bener menemukan jawaban
dengan Bu Melly. Bosku ini bener-bener cantik, maklum
mantan peragawati. Tubuhnya terawat tanpa cela. Aku
sangat beruntung bisa menikmatinya, batinku.

Mr.Happyku tanpa dikomando kembali menegang melihat
pemandangan indah itu. Perlahan aku bangun dari ranjang
dan melangkah ke kamar mandi. Bu melly yang lagi merem
menikmati siraman air dari shower kaget ketika kupeluk.
Kami berpelukan dan berciuman lagi. Kuangkat pantatnya
dan kududukkan di meja toalet. Kedua kakinya kuangkat
setengah berjongkok lalu kembali kujilati vaginanya. Bu
melly kembali melolong. Ada sekitar lima menit keberi
dia kenikmatan sapuan lidahku lantas kuganti jilatanku
dengan memasukkan Mr. Happyku. Posisiku berdiri tegak
sedangkan Bu Melly tetap setengah berjongkok di atas
meja. Kugenjot pantatku dengan irama yang pasti. Dengan
posisi begini kami berdua bisa melihat jelas aktifitas
keluarmasuknya Mr.Happy dalam vagina, dua-duanya memerah
tanda nikmat.

Setelah puas dengan posisi itu kutuntun Bu Melly turun
dan kubalikkan badannya. Tangannya menumpu di meja
sementara badannya membungkuk. Posisi doggie style ini
sangat kusukai karena dengan posisi ini aku ngerasa
kalau vagina bisa menjepit punyaku dengan mantap. Ketika
kujebloskan si Mr.Happy, uupps Bu Melly terpekik.
Kupikir dia kesakitan, tapi ternyata tidak.
"Lanjutin Ndy, enak banget.. ohh.. kamu hebat sekali",
bisiknya lirih.
Ada sekitar 20 menit dalam posisi kesukaanku ini dan aku
nggak tahan lagi mau keluar.
"Bu.. aku keluar ya", kataku.
"Ayo sama-sama aku juga mau", balasnya disela erangan
kenikmatannya.
Dan.. ohh aku lagi-lagi memuncratkan sperma kedalam
vaginanya yang diikuti erangan puas dari Bu Melly. Aku
memeluk kencang dari belakang, lama kami menikmati
sensasi multi orgasme ini. Sangat indah karena posisi
kami berpelukan juga menunjang. Kulihat dicermin kupeluk
Bu Melly dari belakang dengan kedua tanganku memegang
dua bukit kembarnya sementara tangannya merangkul
leherku dan yang lebih indajh, aku belum mencopot si Mr.
Happy.. ohh indahnya.

Selesai mandi bersama kamipun memesan makan. Selesai
makan kami kembali kekantor dengan mobil
sendiri-sendiri. Sore hari dikantor seperti tidak ada
kejadian apa-apa. Sebelum jam pulang Bu Melly
memanggilku lewat sekretarisnya. Duduk berhadapan sangat
terasa kalau suasananya berobah, tidak seperti
kemarin-kemarin. Sekarang beraroma cinta.
"Ndy, kamu mau kan kalau di kantor kita tetep bersikap
wajar layaknya atasan sama bawahan ya. Tapi kalo diluar
aku mau kamu bersikap seperti suamiku ya", katanya
tersenyum manja.
"Baik Bu cantik", sahutku bergurau.
Sebelum keluar dari ruangannya kami masih sempat
berciuman mesra.

Sejak itu aku resmi jadi suami simpanan bos ku. Tapi aku
menikmati karena aku juga jatuh cinta dengan wanita
cantik idaman hati ini. Sudah setahun hubungan kami
berjalan tanpa dicurigai siapapun karena kami bisa
menjaga jarak kalau di kantor.