Monday, May 7, 2007

PANGANDARAN

Pengalaman ini terjadi waktu saya masih di SMA.
Menjelang perpisahan SMA, saya dan teman-teman sekelas
berencana untuk pergi ke Pangandaran. Di sana, kita
menginap di sebuah penginapan yang jaraknya dekat dengan
pantai. Kita semua benar-benar bersenang-senang,
keliling pantai bersama-sama. Pada malamnya banyak
temanku yang jalan-jalan menyusuri pantai sama cewek
atau cowoknya masing-masing. Saking asyiknya, mereka
sampai lupa pulang, ceritanya sih mereka bersetubuh sama
pasangannya masing-masing.

Di malam kedua, teman-temanku sedang keluar semua.
Tinggallah saya dengan teman cewek saya (Eva).
Saya tanya dia, "Eva, kenapa kok tidak keluar?".
Dengan entengnya dia menjawab, "Tidak ah, saya lagi
sedikit pusing".
Mendengar jawabannya seperti itu, otomatis saya sebagai
temannya harus menjaga dia (masa` ditinggal sendiri?).
Malam itu saya menemaninya di kamarnya sambil nonton TV.
Waktu jam 8 malam, dia mandi (katanya sih gerah). Saya
sih cuek saja. Setelah 15 menit dia mandi, dia
memanggilku minta dibawakan handuk (Dia kelupaan). Ya
sudah, saya ambilin. Tapi saya kaget ketika dia minta
handuk itu langsung saja dibawa masuk ke kamar mandi dan
pintunya tidak dikunci. Pertama saya gugup sekali.
Dengan perlahan-lahan saya masukin tanganku untuk
memberikan handuk ke dia. Lalu dia menjawab, "Duh, Wolf
tanganku nggak nyampe.., saya lagi ada di shower nih...,
Masuk saja deh. tidak apa-apa". Mendengar ajakan itu,
saya masuk. Dengan pelan saya taruh handuk itu di tempat
wastafel yang jaraknya ketika di sebelah shower yang
tertutup tirai tipis. Tapi saya kaget banget, ketika
saya lagi meletakkan handuk. Tangannya yang basah nongol
menyentuh tanganku. Lalu setelah itu dia keluar berbugil
ria dari shower dengan tubuh yang masih basah total.
Pada waktu itu, penglihatanku terarah ke dua payudaranya
yang besar, padat, dan indah. Lalu kulitnya yang putih
bersih. Pokoknya pemandangan itu membuat penisku tegang
banget. Setelah itu dia langsung meraih tangan ku dan
mengusapkan tangan kananku itu ke payudaranya yang indah
itu seraya berkata "ooh, Wolf. Rasakanlah payudaraku ini
dan rasakan pula detak jantungku yang berdebar." Telapak
tanganku diusapkannya di payudaranya.

Dia berkata "ooh, Wolf. Saya sudah tidak tahan lagi.
Usaplah payudaraku ini dan kita main yuk!". Sebagai
cowok normal, saya pasti ereksi. Lalu pelan-pelan tangan
kananku memeras payudaranya yang kanan. "Yaa, itu Wolf.
Nikmat sekali. Teruskan Wolf!". Sewaktu tanganku meremas
pelan payudaranya, Tangan Eva dengan ringan membuka
kancing-kancing bajuku. Setelah kancing bajuku terlepas
semua, Bibirnya yang ranum dan merah merekah itu
pelan-pelan mencium dan menjilati dadaku. Lidahnya yang
panjang itu terasa nikmat sekali di dadaku. Lalu dia
kubalas dengan tangan kananku yang kuarahkan ke
pantatnya yang besar dan bersih dan tangan kiriku
memeluknya yang diteruskan dengan ciuman saya yang hot
di bibirnya itu. Dia mengerang dan menikmatinya,
beberapa detik kemudian tangannya membuka retseleting
celanaku dan kemudian memelorotinya. Begitu celana
dalamku dibuka, penisku yang sudah ereksi dari tadi
langsung meloncat keluar. Melihat penisku yang sudah
membesar dan memanjang, dia langsung membungkukkan
badannya dan mulutnya itu dengan pelan mengulum penisku.
Terasa nikmat sekali "Aah..., Eva..., enak Va...,
terusin Va!". Lidahnya itu dengan leluasa menjilati
permukaan penisku dan puncaknya, lidahnya diarahkan ke
pucuk penisku. Setelah berselang beberapa detik, giginya
itu langsung menggigit penisku dan langsung mengocoknya.

Setelah setengah jam kita melakukan foreplay di kamar
mandi, ternyata dia masih belum puas juga. "Wolf, yuk
kita lanjutin di tempat tidur! saya pengin lebih hot
lagi". Dengan perlahan, saya angkat dia dalam keadaan
sama-sama telanjang bulat. Setelah sampai di pinggir
tempat tidur, perlahan-lahan saya taruh badannya di atas
tempat tidur. Masih dalam keadaan membungkuk, saya ciumi
bibirnya dan saya jilat payudaranya yang makin membesar
itu. "Oyaa, terusin Wolf, terusin", Mendengar omongannya
saya jadi semakin buas menikmati tubuhnya. Saya rebahkan
badannya menjadi dalam keadaan telentang, susunya yang
membesar terlihat bagai Gunung Bromo yang menjulang
tinggi. Payudaranya itu langsung saya serbu dengan
jilatan lidahku. Setelah itu, mulutku diarahkan ke arah
selangkangannya. Terlihat bulu vaginanya lebat bak hutan
perawan yang masih belum terjamah. Dengan asyik,
tanganku mengobrak-abrik bulu vaginanya dan terlihatlah
dinding daging tipis alias vaginanya. Langsung saya
jilati vaginanya dengan buas dan Eva langsung menjerit
kenikmatan sambil mengerang dan berkata "Terusin Wolf,
terusin". Masukin lidahmu itu ke 'dompet'ku". Anehnya
vaginanya yang rata-rata orang bilang vagina cewek itu
biasanya kebanyakan bau tak sedap, tapi vagina Eva
terasa harum dan nikmat. Baunya yang justru harum itu
membuat saya makin terangsang lagi untuk lebih lama
menikmati vaginanya. Sambil menciumi vaginanya, kedua
tanganku juga meraba kedua belah payudaranya, Eva hanya
mengerang lagi dan memegang kedua tanganku dengan erat.
Setelah setengah jam saya terus begitu, akhirnya Eva
minta posisinya diganti ke atas. Saya turuti dech, masa
saya terus yang gerilya? Saya langsung pindah jadi di
bawah dan eva di atas. Sebelum mulai aksinya, Eva
pertama-tama meremas sendiri kedua payudaranya dan mimik
wajahnya itu yang membuatku tambah syuur. Sehabis
meremas-remas sendiri kedua payudaranya, dia langsung
memulai aksinya dengan mencium dan menjilati bibirku
seraya tangannya meremas-remas dadaku yang agak bidang
dan meraba-raba puting susuku. Bibirnya benar-benar
fantastik, terasa nikmat dan pokoknya tidak bisa saya
uraikan dengan kata-kata. Puas dengan menciumi dan
menjilati bibirku, perhatiannya mengarah pelan-pelan ke
bawah. Pertama-tama dia menciumi dan menjilati leherku
dan kadang-kadang menggigit leherku, serasa benar-benar
nikmat. Sambil menikmati leherku, tangan kanannya
berpindah posisi menjadi di penisku. Dengan enaknya dia
mengocok penisku, ke atas..., ke bawah..., ke atas...
Dan seterusnya. Kocokannya benar-benar membuat mataku
merem melek.

Kemudian setelah menciumi, menjilati dan menggigit
leherku, matanya tertuju ke dadaku. Lidahnya langsung
menjilati puting susuku. Tapi dia cuma sebentar
menjilati puting susuku, perhatiannya langsung tertuju
ke penisku yang sudah besar dari tadi. Bibirnya langsung
menjilat penisku, terasa nikmat sekali. Lidahnya itu
yang membuatku puas sekali, dengan pelan-pelan lidahnya
mnjilati penisku sambil tangannya yang kecil itu terus
mengocoknya. "Aach Eva..., Nikmat sekali Va Ohh", Selang
beberapa menit kemudian, sewaktu dia masih mengocok
penisku. Terasa ada sesuatu yang hangat mengalir dari
penisku dan serasa hendak meletus keluar. saya bilangin
ke Eva, "Awas Va, saya mau keluar Va. Tahan dulu
kocokanmu, Jangan sampai spermaku keluar Va saya masih
pengin nerusin Va!!", Tapi dengan cuek dia malah
bertambah giat dan keras mengocok penisku sambil
lidahnya menjilati pucuk penisku. Beberapa menit
kemudian keluarlah cairan kenikmatan yang berwarna putih
yang disebut sperma. Dan spermaku mengenai mulutnya dan
ada sebagian yang sengaja dijilat dan ditelan Eva.
Terasa nikmat sekali!, Eva terus menjilati sisa-sisa
sperma yang keluar dari penisku. Sementara Eva masih
sibuk dengan penisku, aku istirahat sejenak dalam
kenikmatan yang tiada taranya.

Sewaktu saya masih istirahat, terasa Eva masih sibuk
dengan penisku. Karena saya kasihan Eva belum mencapai
orgasme, Langsung saja saya bangun dan meneruskan aksi.
Saya suruh Eva pindah posisi jadi di bawah, langsung dia
turuti. Sejenak sebelum memasukkan penisku, saya kocok
sebentar penisku agar membesar dan Eva membantuku dengan
ikut mengocoknya. Selang beberapa detik kemudian penisku
langsung berdiri lagi dan langsung saya masukkan ke
vaginanya. Eva langsung teriak dan mengerang kenikmatan,
"Aacchh". Tetapi terasa posisiku kurang nikmat, saya
cabut lagi penisku dan saya taruh bantal di atas pantat
Eva supaya penisku terasa nikmat masuk divaginanya.
Begitu saya masukin penisku dalam-dalam, terasa
vaginanya hangat dan sudah penuh cairan yang membuat
penetrasi penisku terasa nikmat dan licin. Ini pertanda
Eva sudah mengalami orgasme sebelum saya masukin
penisku. Penisku, aku tarik pelan-pelan, masukin lagi
pelan-pelan dan demikian seterusnya. Eva lagi-lagi
berteriak kecil dan mengerang. Saya biarin Eva berteriak
dan mengerang, saya terusin aksiku dengan membuat
variasi seperti menggoyang pinggulku.

Selang 45 menit saya meneruskan aksiku, Eva pelan-pelan
berbisik "Wolf, saya sudah tidak kuat lagi..., saya
sudah pengin keluar..., Cairan spermaku sudah mau
keluar!". Ternyata benar juga, beberapa detik kemudian
di penisku terasa ada banyak cairan yang menyelimuti.
Saya biarkan penisku di dalam vagina Eva selama beberapa
menit selama Eva orgasme. Sebab saya baca, cewek senang
kalau sewaktu dia orgasme, penis cowoknya berada
dalam-dalam di vaginanya. Dan benar juga kata buku, Eva
terlihat sangat puas. Begitu dia selesai orgasme,
beberapa menit kemudian selama penisku masih di dalam,
terasa spermaku masih mau keluar. Buru-buru saya cabut
penisku dari vagina Eva dan Eva langsung menyambutnya
dengan kuluman yang hebat sekali. Sekali lagi spermaku
langsung tumpah ke arah muka Eva, sekeliling bibirnya
langsung dipenuhi dengan spermaku yang ternyata banyak
sekali. Sebagian cairan putih itu masuk ke mulutnya dan
sebagian ada yang tumpah ke payudaranya dan ke sprei.
Eva memintaku untuk menjilat spermaku yang tumpah ke
payudaranya dan saya turuti. Lidahku menyapu sisa-sisa
spermaku di payudaranya dan Eva terlihat benar-benar
menikmatinya.

Setelah puas, saya dan dia langsung lemas dan langsung
tidur sambil dalam keadaan polos sampai pagi (tanpa
berselimut). Pagi-paginya dia sudah bangun dan nonton TV
masih dalam keadaan telanjang. Langsung tubuhnya yang
indah itu saya tutupi dengan jaketku supaya tidak masuk
angin, dia menolak seraya berbisik, "Wolf, lue hebaat
sekali tadi malam. Baru lu cowok yang bisa muasin saya.
cowok yang lain yang pernah nidurin saya terasa hambar.
saya pengin lagi Wolf. saya pengin pagi dan malam
selanjutnya kita terus bertelanjang bugil dan main
terus. Kita cek out saja dari penginapan ini. Kita
bilang ke anak-anak kalau kita ada urusan lain dan harus
cepat pulang ke Bandung. Terus kita cek in ke hotel
lain". Ternyata saya lebih gila daripada dia, saya
terima saja. Beberapa jam kemudian teman-temanku datang,
saya langsung pamit mau pulang sama Eva. Mereka percaya
saja.
Langsung deh kita cabut dan cek in di penginapan yang
jauh dari mereka. Dan pengalaman itu diteruskan di hotel
yang baru, siang malam saya dan Eva mengadakan pesta
seks tanpa istirahat. Kecuali buat makan, dan minum.
Setiap kali sehabis bersetubuh, saya dan Eva merasakan
kenikmatan yang tiada tara.