Monday, May 7, 2007

SECRET 3

First Secret [Episode III]

Seminggu, aku tidak dapat bertemu lagi dengan Tina,
karena aku ada tamu dari kantor pusat. Aku tidak sempat
berkata, bertemu wajah, atau mendengar suaranya.
Akhirnya, pada tanggal 14 Januari....
Dia memakai baju kesukaanku, tipis dan berbunga. BHnya
kelihatan dan menampakkan perbedaan antara kulitnya
dengan BHnya.
Dandanannya sangat sederhana, tetapi membuatnya tampil
cantik.

Dia mengingatkan aku untuk rapat dengan partner kerja
dari BCA di ruangan rapat. "Coba, kamu cek apakah
ruangan rapatnya sudah siap", kataku alasan saja.
Di dalam ruang rapat, aku bertemu dengan dia. Dia tampak
menungguku juga.
"Tina, maafkan yang dulu.." ...dia menggeleng, tersenyum
tidak nyaman.
Aku kecup keningnya.. "Pak.. "...aku ingin menyenangkan
dan membayar utangku dulu.. rasanya.. tapi suasananya
tidak memungkinkan.
Rapat diadakan jam 13.00, tinggal 30 menit lagi. Wah!
gawat, kontolku sudah tegak lagi mendengar "Paak.." dari
Tina.
Karena ruang rapat tidak berjendela, dan kuncinya ada di
dalam, aku langsung kunci dari dalam, dan memutuskan
untuk melakukannya di dalam. "Tina"..aku langsung cium
dia.. aku tidak dapat menahan nafsuku untuk
memasukinya.. sekarang!
Aku lepas kancing baju dan roknya tapi tidak sampai
terlepas. Semuanya sudah tampak, tapi tanpa melepaskan
semuanya. Aku lepas sabukku dan kukeluarkan kontolku dan
kupelorotkan celanaku sampai lutut.
Aku cium putingnya dan langsung membuat dia mengangkat
dadanya.
"Ohhhhhmm... Pak.. jangan sekarang...." ..."Kamu nggak
ingin ?" tanyaku.."Tapi...ss".. Memang gila, aku akan
melakukannya di kantor pada jam kantor! di ruang rapat!
Langsung aku naikkan bokongnya untuk duduk dan
terlentang di meja rapat yang besar itu, dan aku mulai
menjilati memeknya, mencari clitorisnya.."gimana rasanya
ini Tiiin" aku membuat suasana nyaman..
"Ahhhh... paakk.... enhhakkk"..
Basah sudah memeknya, cairannya sampai membasahi daerah
paha atasnya hingga turun.. aku gigit seluruh pahanya
hingga memerah.. Memeknya berwarna merah muda dan sangat
basah..aku coba menggosok clitorisnya dengan
telunjukku.. dia bergetar
hebat..."hhhhshshshhhshhshs..."
Aku langsung berdiri dan menggesek-gesekkan kontolku ke
atas memeknya.. dan mengenai clitorisnya. "MMhhshhs
ohhsmmshhs.. Pakkk.. diapakan saya Pakkk"..."Enak,
Tiinn?"
"Yyyyyyaasshhh...hgnggnghhm....."..sejenak aku berpikir
tentang hal yang telah aku lakukan ini. apakah Tina akan
menyukainya ? atau akan menganggapku menghinanya ? .aku
melihat wajahnya, tampak dia merasa nyaman sekali.. dan
tidak ingin berpisah denganku.. aku menjadi ingin lebih
.. Aku kaget..ketika..
"Hhshshh.. mmms.." dia memalingkan muka menghindari
mulutnya bersentuhan terlalu banyak denganku (mungkin
takut ketahuan nantinya), sehingga dandanan di wajahnya
terlihat terjaga rapi..
"Ayyyyyoooo.." bisiknya merintih.
AYO ? ayo apa ? pikirku ? masihkah dia ingin aku masuki
? Kupercepat gesekan kontolku, maju-mundur, kanan-kiri,
dan kadang kupukulkan ke arah clitorisnya..Kepalanya
goyang ke kanan kiri..
"Phhhakk..." dia tarik kontolku lebih dalam dan sekarang
aku yakin bahwa dia memang ingin agar aku memasukkan
kontolku ke lobang memeknya!
"Masukin.. sekarang .. pakkk.. ayooo... chhhhept...
sgghgnnn"
"Tahan ya..Thhinn" aku juga terpengaruh kelakuannya yang
merangsang itu.
Perlahan, kepala kontolku memasuki lobang memeknya yang
hangat itu..
Sempit sekali, mulutnya terbuka dan nafasnya berhenti
sejenak.
Aku takut dia akan berteriak.."huffffnngggg... hshhshsh"
Akhirnya aku berhasil memasukkan dan kakinya mengejan
kuat sekali..
"Hhhhhhhhoohhhhhhmmmss... Phhhhhakkkkk....
eenhhhhakkkk... Phhakkk.."
Tangannya mencengkeram lenganku dan memaksaku untuk
memasukkan lebih dalamlagi.
Aku tidak menyangka, bahwa Tina akan memintanya.. Aku
diamkan sekitar 30 detik dulu kontolku di dalam.. dari
matanya keluar air mata dan dia tersenyum kepadaku..
sambil terisak..campur tersenyum..
"Hhhhk.. hhk ..Phhak.. saya malu.."
"Nggak..gak apa-apa.. ayo tahan ya.."aku coba seperti
membimbing dia. Jantungku berdegup kencang sekali.. aku
tidak menyangka, operator teleponku sekarang sudah
berhubungan sex denganku di kantor!
Aku goyangkan perlahan maju-mundur.. matanya terbelalak
lagi..
Ternyata, dia memang perawan sekali, dia tidak pernah
merasakannya dari orang lain..
Kupercepat goyanganku... maju-mundur.."Hhhhhohhhh,..
Pak.. enhhakknya.." dia berbisik seperti ...terus
menerus... sudah 4 kali dia mengejankan kakinya.. tanda
dia orgasme..
Aku merasakan kontolku berdenyut-denyut ingin
mengeluarkan cairan kenikmatan segera mungkin..
"Thiiinn... thinnna... huhhmmmsm" goyanganku
kupercepat...."hshh hsh hshshhhe...ss"
Mataku terpejam menikmati saat-saat terakhir akan
terjadi...
Tiba-tiba, HPku berbunyi, membuat kami kaget sekali..
kupercepat goyangan pinggulku maju-mundur.. dia tampak
menjadi sangat liar, dan sangat tersiksa karena harus
menahan suara agar tidak terdengar orang luar.. Aku
terpaksa harus menghentikan goyanganku karena ternyata
rekanku yang akan datang untuk rapat menghubungiku lewat
HP itu; itu kutahu dari no. Hp yang muncul.
"Halo... Joko!, oya, sampai dimana ? Oya ? udah di loby
? Ok aku turun.."
Aku tutup HPku. Dan melanjutkan goyanganku... tapi,
kontolku sudah mulai turun semangatnya..
"Tina...." aku mencarinya..
"Oyya.. pak..." ternyata dia sudah berbenah...
rapi....cantik....
Kukecup keningnya..."Kamu benar-benar ingin tadi ?
"...."Hehhmm.." dia mengangguk.
"Bapak yang pertama"....Dia membantu mengelap kontolku
dengan sapu tangannya..sampai bersih.

Perasaanku kacau balau, senang, bingung, bangga,
takut....jadi satu...
Aku rapat dengan rekanku tanpa konsentrasi! kontolku
belum selesai bekerja!