Thursday, May 3, 2007

PERKOSAAN GILA

Part I
Fabiola, yang biasa dipanggil Febby, seorang wanita
cantik berusia 25 tahun. Febby bekerja disalah satu
perusahaan pariwisata yang cukup terkenal sebagai
sekretaris. Tubuh Febby cukup sintal dan berisi,
didukung dengan sepasang gunung kembar berukuran 36B
serta wajah yang cantik, membuat setiap pria pasti
meliriknya, setiap kali ia berjalan.
Seperti biasa setiap hari Febby pergi ke kantornya di
bilangan Roxi Mas, yang tanpa disadarinya ia dibuntuti
sekelompok pemuda iseng yang hendak menculiknya.

Sudah beberapa hari para pemuda itu mempelajari
kebiasaan Febby pergi dan pulang kantor. Dan hari itu
mereka sudah menyusun rencana yang matang untuk menculik
Febby. Tiba-tiba dijalan yang sepi taksi yang ditumpangi
Febby dicegat secara tiba-tiba, dan sambil mengancam
sopir taksinya, mereka langsung menyeret Febby masuk
kedalam mobil mereka, dan tancap gas keras-keras, hingga
akhirnya mobil mereka larikan kearah pinggir kota,
dimana teman-teman mereka yang lain sudah menunggu
disebuah rumah yang sudah dipersiapkan untuk 'mengerjai'
Febby.

Didalam mobil Febby diapit oleh dua orang pemuda
berkulit hitam, sedangkan yang dua lagi duduk dikursi
depan. Febby sudah gemetaran karena takut, dan
benar-benar tidak berdaya ketika dua orang yang
mengapitnya memegang-megang tubuhnya yang sintal dan
putih itu. Dua pasang tangan hitam bergentayangan
disekujur tubuhnya, yang kebetulan pada hati itu Febby
mengenakan rok lebar sebatas lutut, dengan atasan blouse
putih krem yang agak tipis, hingga bra Wacoal hitam yang
dikenakannya lumayan terlihat jelas dari balik blouse
tersebut.

Dengan leluasa disepanjang jalan tangan-tangan jahil
tertersebut bergentayangan dibalik rok Febby sambil
meremas-remas paha putih mulus tersebut, hingga akhirnya
mereka tiba dirumah tersebut, dan mobil langsung
dimasukkan kedalam garasi dan rolling doorpun langsung
ditutup rapat-rapat. Febby yang sudah terikat tangan dan
kakinya, serta mulut tersumpal dan mata ditutup
saputangan digendong masuk kedalam ruang tamu, dan
didudukkan disofa yang cukup lebar.

Ikatan tangan, kaki, mulut dan mata Febby dibuka, dan
alangkah terkejutnya ia sekitar tiga puluh pemuda yang
hanya memakai cawat memandanginya dengan penuh nafsu
seks. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Febby pun mulai
dikerjai oleh mereka. Febby yang sudah tidak berdaya itu
hanya bisa duduk bersandar di sofa dengan lemas ketika
salah seorang lelaki mulai membuka kancing blouse-nya
satu persatu hingga blouse putih tersebut dicopot dari
tubuh sintalnya itu.

Beberapa orang lagi berusaha membuka rok merah Febby
hingga Febby pun akhirnya hanya memakai bra hitam serta
celana dalam nylon berwarna hijau muda, dan membuat
dirinya terlihat makin menggairahkan, dan spontan saja
para pemuda berandal tersebut langsung terlihat ereksi
dengan kerasnya. Celana dalam Febby pun langsung
buru-buru dilepas dan menjadi rebutan untuk mereka.

Febby dipaksa duduk dengan mengangkang lebar-lebar,
hingga vagina-nya yang ditumbuhi rambut-rambut halus itu
terlihat dengan jelas, dan mereka pun bergantian
menjilati serta menghisap-hisap bibir vagina Febby
dengan nafsunya. Kepala mereka terlihat tenggelam
diantara kedua pangkal paha Febby, sementara yang
lainnya bergantian meremas-remas kedua gunung kembar
Febby yang montok itu. Kop BH Febby diturunkan ke bawah
hingga kedua gunung kembarnya muncul bergelayutan dengan
indahnya, dan menjadi bulan-bulanan pemuas nafsu untuk
mereka.

Tidak puas dengan hanya meremas-remas saja, beberapa
orang mulai mencoba untuk mengisap-ngisap puting susu
gunung kembar Febby yang ranum itu, hingga akhirnya
Febby pun dipaksa oral seks untuk mereka. Bergantian
mereka memaksa Febby untuk mengulum-ngulum batang penis
mereka keluar masuk mulutnya. Kepala Febby dipegangi
dari arah belakang hingga tidak bisa bergerak, sementara
itu yang lain bergantian mengeluar-masukkan batang penis
mereka dimulut Febby yang seksi itu hingga mentok
kepangkal paha mereka.

Batang penis yang rata-rata panjangnya 17 senti itu
terlihat masuk semua kedalam mulut Febby, hingga
mencapai kerongkongannya. Tak ketinggalan Febby pun
dipaksa untuk 'mencicipi' buah zakar mereka secara
bergantian. Sepasang buah sakar tampak terlihat dikulum
Febby hingga masuk semua kedalam mulutnya yang mungil
itu. Wajah Febby yang cantik itu bergantian
ditekan-tekan diselangkangan para pemuda berandal
tersebut hingga buah sakar mereka masuk semua kedalam
mulutnya.

Setelah puas dengan acara 'pemanasan' tersebut Febby pun
dipaksa tiduran diatas kanvas diruang tamu tersebut dan
dengan paha yang mengangkang lebar, batang penispun
mulai keluar masuk vagina Febby yang masih 'rapat' itu,
mereka dengan tidak sabarnya bergantian menjajal vagina
Febby dengan batang penis mereka yang rata-rata panjang
dan besar itu. Bagi yang belum kebagian jatah terpaksa
memainkan-mainkan penisnya diwajah dan mulut Febby.

Beberapa orang dengan nafsunya memukul-mukulkan batang
penisnya di wajah Febby sambil mendesah-desah dengan
nafsu. Bosan dengan gaya tiduran, Febby dipaksa duduk di
sofa lagi dengan paha mengangkang lebar dan kembali 'di
embat' bergantian, sementara bibir Febby tetap sibuk
dipaksa mengulum batang penis yang tampak mengkilat
karena air liur Febby yang menempel di batang penis
tersebut.

Sementara para pemuda yang mendapat giliran mengocok
vagina Febby tampak sangat bersemangat sekali hingga
bunyi batang penis yang keluar masuk vagina Febby
terdengar sangat jelas. Hampir dua jam sudah Febby
"dikerjain" dengan intensif oleh puluhan pemuda
tersebut, hingga akhirnya satu persatu mulai
berejakulasi. Tiga puluh pemuda mengantri Febby untuk
berejakulasi diwajah Febby yang cantik itu.

Dimulai oleh empat orang berdiri mengelilingi Febby
dengan batang penis menempel disekitar wajah Febby yang
cantik. Sementara seorang lagi mengocok vagina Febby
dengan nafsunya, hingga akhirnya ia tak tahan lagi dan
mencabut batang penisnya dari vagina Febby, dan....
croott.... crootttt... croooottttt!!! air mani muncrat
mengenai sekujur wajah Febby, melihat hal tersebut yang
lain pun tak mau ketinggalan dan bergantian
mengocok-ngocok batang penisnya cepat-cepat diwajah dan
mulut Febby, hingga berakhir dengan semprotan air mani
diwajahnya. Bahkan tak sedikit mengeluarkan airmani nya
didalam mulut Febby, lalu memaksa Febby untuk
menelannya.

Sekitar dua puluh menit, wajah Febby dihujani 'air mani'
yang kental itu, hingga Febby terlihat basah kuyub oleh
sperma mulai dari rambut hingga gunung kembarnya
terlihat mengkilat oleh basahnya sperma puluhan pemuda
berandal tersebut.


Part II

Jam menunjukkan pukul jam satu siang, dan Febby pun baru
selesai 'dikerjain' oleh mereka, dan terlihat lemas tak
berdaya dengan muka yang masih belepotan sperma. Tiga
orang pemuda membawa Febby kedalam kamar mandi yang
terlihat sangat mewah, dan memandikan Febby dengan air
hangat serta sabun cair yang sangat wangi. Febby disuruh
tiduran sambil direndam air hangat, sementara ketiga
pemuda tersebut bergantian menyabuni tubuh Febby yang
putih sintal itu dengan bernafsu, sambil sesekali
meremas-remas selangkangan dan gunung kembar Febby yang
terasa licin oleh sabun tersebut. Hingga akhirnya ketiga
pemuda tersebut sudah tidak tahan lagi dan Febby pun
diperkosa lagi didalam kamar mandi itu.

Mereka mengeluarkan Febby dari bak rendam, dan dibawah
pancuran air hangat Febby dipaksa nungging, dan dua
pemuda bergantian menyetubuhi Febby dari arah belakang,
sedangkan yang satunya mengeluarmasukkan batang penisnya
di mulut Febby, sambil memegangi rambut Febby hingga
kepala Febby tidak dapat bergerak. Setengah jam sudah
Febby 'diobok-obok' didalam kamar mandi, dan diakhiri
dengan meyemprotkan air mani masing-masing didalam mulut
Febby, dan tiga porsi air mani itu dalam sekejap sudah
pindah kedalam mulut Febby, dan sisa-sisa sperma masih
terlihat berceceran disekitar wajah Febby yang putih
itu.


Part III

Selesai dimandikan, Febby kembali didandani hingga
terlihat sangat cantik. Bra hitamnya yang berukuran 36B
itu kembali dipasangkan. Celana dalam nylon Febby sudah
raib jadi rebutan, hingga vagina Febby dibiarkan
terlihat, sementara beberapa pemuda berandal itu sibuk
menjepretkan kamera digitalnya kearah Febby. Febby
dipaksa berpose dengan berbagai gaya yang sensual, mulai
dari adegan membuka bra nya sendiri hingga duduk
mengangkang sambil memasukkan batangan ketimun kedalam
vaginanya.

Puas mengambil berbagai pose Febby, seorang pemuda
mengambil dua gelas minuman dari dalam kulkas dan
sepotong hamburger untuk Febby. Dan betapa terkejutnya
Febby ketika tahu bahwa dua gelas minuman tersebut
adalah sperma yang sudah disimpan berhari-hari di dalam
kulkas. Seorang pemuda lagi mengambil suntikan besar
tanpa jarum. Febby dipaksa membuka mulut lebar-lebar,
sementara salah seorang menyedot sperma dalam gelas
tersebut dengan suntikan besar itu, kemudian
menyuntikkannya kedalam mulut Febby, hingga tertelan
langsung kedalam tenggorokkannya. Mereka dengan
brutalnya bergantian menyuntikkan 'air mani basi' itu ke
mulut Febby hingga habis satu gelas penuh. Masih sisa
satu gelas lagi, dan hamburger untuk Febby pun diolesi
penuh dengan sperma tersebut, dan Febby pun dipaksa
makan hingga habis. Sisa sperma sebanyak setengah gelas
terpaksa disedot Febby dengan sedotan hingga tandas tak
bersisa.

Selesai 'memberi makan' Febby, mereka kembali mengantri
Febby. Namun kali ini Febby tidak disetubuhi, mereka
hanya memaksa Febby mengulum-ngulum batang penis mereka
dimulut Febby, serta mengocok-ngocoknya dengan kedua
tangan Febby yang lentik itu. Tiga puluh batang penis
kembali bergantian dikulum-kulum Febby, sementara yang
lainnya memaksa Febby menggenggam batang penisnya dengan
kedua tangannya, yang lainnya lagi sibuk memain-mainkan
alat kelaminnya diwajah dan rambut Febby. Hingga
akhirnya Febby kembali dihujani puluhan porsi sperma
segar di wajah dan mulutnya. Pertama kali sperma muncrat
dari lubang penis tepat didepan wajah Febby hinggga
tepat mengenai dahi hingga bibir Febby, yang lainnya pun
ikut menyusul hingga puluhan semprotan sperma
berhamburan diseluruh wajah Febby yang cantik itu.
Sementara itu dua orang pemuda dari kiri dan kanan Febby
menyendoki air mani yang bertetesan di wajah Febby, lalu
menyuapinya hingga mereka puas.